Stok Pangan Aman, Mentan: Tak Ada Alasan Harga Beras Naik

Fabiola Febrinastri

Kamis, 08 November 2018 | 12:25 WIB
Stok Pangan Aman, Mentan: Tak Ada Alasan Harga Beras Naik
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sidak ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Kamis (8/11/2018) pagi. (Dok: Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, inspeksi mendadak (sidak). Amran mengecek ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), sebagai barometer stok beras nasional, Kamis (8/11/2018) pagi.

Berdasarkan pantauan langsung bersama Direktur Umata (Dirut) Bulog, Satgas Pangan Polri, Dirut PT. Food Station Tjipinang Jaya sebagai pengelola PIBC, perwakilan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Mentan memastikan ketersediaan beras mencukupi dan harganya terkendali.

"Kita mengecek pangan di lapangan mulai jam 5 subuh tadi. Alhamdulillah, semua posisi stabil, tidak ada alasan (harga naik). Maaf jangan lagi dibawa ke ranah politik. Pangan kita stabil, harga ayam hanya Rp 27 ribu/kg, telur Rp 22ribu/kg, kami cek langsung dengan tim lengkap," ujar Amran.

Ia menyampaikan, kenaikan harga beras medium belakangan ini, di tengah kondisi stok beras yang cukup, sebenarnya sebuah anomali.

Stok Beras PIBC
Pada kesempatan itu, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan, stok beras di PIBC sangat cukup.

"PIBC hari ini, stoknya 50 ribu ton, kemarin 51 ribu ton. Lebih tinggi dari biasanya," katanya.

Ia mengakui ada pergerakan harga untuk beras jenis medium dan sudah diantisipasi dengan meminta pemerintah melalui Bulog agar melakukan operasi pasar untuk menjaga laju inflasi.

"Sebenarnya produksi dari pertanian cukup. Kalau di Jakarta, saya harus sampaikan cukup. Pasokan masih normal," tambahnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sidak ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Kamis (8/11/2018) pagi. (Dok: Kementan)
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sidak ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Kamis (8/11/2018) pagi. (Dok: Kementan)

Arief menambahkan, ketersediaan beras medium menurun karena ada kecenderungan di-up menjadi beras premium.

baca juga

"Artinya, kalau panennya segitu, kemudian mereka prefer ke premium, karena marginnya lebih tinggi. Ini adalah mekanisme ekuilibrium baru. Ini fenomena yang terjadi, jadi bukan masalah produksi," sambung Arief.

Selama ini, yang disebut sebagai beras premium adalah beras dengan spesifikasi 5 persen broken, sedangkan di pasar sekarang, yang disebut premium adalah 15 persen broken, dan jumlahnya sangat banyak dibandingkan beras medium.

"Kalau saya melihat, ini lebih baik. Jadi masyarakat mau beras yang lebih baik, nggak mau lagi beras medium," ujarnya.

Saat ini, ketersediaan beras premium di PIBC mencapai lebih dari 80 persen, sedangkan beras medium di bawah 15 persen.

Bulog Siap Kawal Pasar
Dirut Bulog, Budi Waseso (Buwas), menyatakan, Bulog siap memenuhi permintaan PIBC untuk menambah stok beras medium demi mengendalikan harga. Sampai Kamis (8/11/2018), Buwas melaporkan, stok beras di Bulog mencapai 2,7 juta ton.

"Stok kita sangat banyak, dan kita operasi pasar setiap hari. Saya berharap malah tiap hari bisa serap 15 ribu ton untuk stabilisasi harga. Ternyata memang serapannya kecil. Kita cek di lapangan, hari ini stok beras begitu banyak," katanya.

Buwas menambahkan, program perubahan pola tanam Kementan membuat musim panen menjadi lebih cepat, sehingga lebih menjamin ketersediaan beras.

"Panen mulai Januari-Februari sudah mulai ada. Ini saya sampaikan supaya masyarakat tak  takut, tak usah ragu, tak usah khawatir, kalau beras kurang," tegasnya.

Satgas Pangan Awasi Spesifikasi Beras
Mengenai anomali harga beras medium yang naik saat pasokan beras mencukupi, Ketua Satgas Pangan Pusat, Irjen Setyo Wasisto, menyebutkan, ada yang merubah spesifikasi (beras) dari medium menjadi premium.

"Ini menjadi tugas saya sebagai satgas pangan untuk melakukan pengawasan. Kita akan lakukan cek di lapangan dan melakukan uji laboratorium juga atas kualitas beras yang ada di lapangan," ujarnya.

Ini penting dilakukan agar amasyarakat membeli beras sesuai dengan kriterianya, baik medium maupun premium, sehingga tidak dirugikan.

Di luar persoalan anomali harga beras medium, Bank Indonesia mencatat, dalam 3 tahun terakhir, Indonesia berhasil menjaga stabilitas harga pangan, sehingga angka inflasi pangan turun sangat signifikan.

"Inflasi pangan pada 2010 cukup tinggi, yaitu 10 persen. Memang 2-3 tahun terakhir berhasil ditekan terakhir menjadi 1,29 persen, bahkan 3 tahun berturut-turut, harga pangan stabil. Lebaran 2 tahun terakhir juga sangat stabil. Oktober kemarin bahkan pangan deflasi," jelas Trisno Nugroho, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

Komoditas pangan yang menyumbang penurunan inflasi diantaranya, beras, daging ayam ras, juga telur. Ia memastikan pangan tidak ada masalah tahun-tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Cabai Merah Keriting di Atas Rp100 Ribu/kg Hari Ini

Harga Cabai Merah Keriting di Atas Rp100 Ribu/kg Hari Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:59 WIB

Polemik Beras Fortifikasi: Kesalahan Produsen atau Pengalihan Isu kenaikan Harga?

Polemik Beras Fortifikasi: Kesalahan Produsen atau Pengalihan Isu kenaikan Harga?

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:41 WIB

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:39 WIB

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Tampil Serasi, Prabowo-Gibran Kompak Kenakan Batik di HUT ke-28 PAN

Tampil Serasi, Prabowo-Gibran Kompak Kenakan Batik di HUT ke-28 PAN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 19:56 WIB

Bulog Optimalkan 2 Jurus Penugasan Pemerintah untuk Kendalikan Harga Beras

Bulog Optimalkan 2 Jurus Penugasan Pemerintah untuk Kendalikan Harga Beras

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:13 WIB

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Apa Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa? Mentan Temukan 25 Produk Palsu, Ini Daftar Mereknya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:11 WIB

Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×