16 Nelayan Aceh Dilaporkan Ditangkap di Perairan Thailand

Bangun Santoso
16 Nelayan Aceh Dilaporkan Ditangkap di Perairan Thailand
Ilustrasi Dit Polair Polda Sumut berjaga nelayan asing pelaku pencurian ikan (illegal fishing) di Belawan, Sumatera Utara, Kamis (21/5).

Para penangkap diketahui berpakaian loreng dan bersenjata

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek menyatakan, 16 nelayan dari Idi, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh dilaporkan ditangkap di perairan Thailand.

"Ada 16 nelayan Aceh Timur ditangkap di perairan Thailand. Mereka dilaporkan ditangkap orang berpakaian loreng dengan senjata," kata Miftach Cut Adek yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (9/11/2018).

Penangkapan nelayan Aceh Timur tersebut berdasarkan laporan Panglima Laot Idi Rayeuk. Mereka dilaporkan ditangkap pada Selasa (6/11/2018) sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Ke-16 nelayan yang dilaporkan ditangkap tersebut di antaranya Jamaluddin, Nurdin, Samidan, Efendi, Rahmat, Saifuddin, Nazaruddin, Syukri, Darman, Safrizal, Umar, M Aris, Jamaluddin, Sulaiman, M Akbar, dan Paiturahman.

Belasan nelayan tersebut melaut dengan KM Bintang Jasa. Mereka berangkat dari Kuala Idi, Aceh Timur, pada 31 Oktober 2018 sekitar pukul 14.00 WIB.

"Sampai saat ini, kami kehilangan kontak dan tidak dapat dihubungi. Hari ini, kami mencoba melaporkan kepada Pemerintah Aceh maupun Kementerian Luar Negeri," kata Miftach seperti dilansir Antara.

Ia menyebutkan, pihaknya juga belum mengetahui penyebab mereka masuk ke perairan Thailand. Posisi saat ditangkap di perbatasan Thailand dam Myanmar, namun masuk wilayah Thailand.

"Kami belum mengetahui apakah mereka hanyut, mesin rusak, atau penyebab teknis lainnya, belum ada informasi. Kami berupaya mencari informasi terkait penangkapan nelayan Aceh tersebut," imbuh Miftach Cut Adek.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS