Respons Soeharto Dicap Guru Korupsi, Sandiaga: Yang Baik, Kita Ambil

Jum'at, 30 November 2018 | 18:55 WIB
Respons Soeharto Dicap Guru Korupsi, Sandiaga: Yang Baik, Kita Ambil
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menganggap pernyataaan politisi PDIP Ahmad Basarah yang memberikan julukan mantan Presiden Soeharto sebagai guru korupsi merupakan tindakan yang tidak mendidik.

Terkait hal ini, dia mengaku selalu menghindari upaya untuk melabelkan untuk menjatuhkan seseorang. Sandiaga lebih memilih untuk mengambil sisi positif dari Soeharto ketimbang membahas soal kekurangannya.

"Name calling itu coba saya hindarkan karena tidak mendidik. Lebih baik, dari pendahulunya kita, yang baik kita ambil. Yang kurang baik ya kita tingkatkan," kata Sandiaga di Jalan H Kelik, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (30/11/2018).

Berbicara soal korupsi, Sandiaga menjelaskan seharusnya seluruh pihak tidak saling menyalahkan terkait menjamurnya budaya korupsi di Indonesia. Yang harus dilakukan menurut Sandiaga adalah seluruh pihak mau duduk bersama untuk membahas bagaimana solusi yang terbaik agar bisa menyapu budaya korupsi di Indonesia.

"Mari kita duduk bersama satu meja jangan saling menyalahkan, pemerintah sekarang sudah berusaha tapi belum bisa menghadirkan pencegahan yang lebih baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Ahmad Basarah, politikus PDIP sekaligus Juru Bicara Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin memberikan julukan kepada Soeharto, penguasa Orde Baru sebagai guru korupsi.

Basarah menjelaskan, budaya korupsi justru dimulai saat pemerintahan Soeharto. TAP MPR nomor 11 tahun 1998 tentang pencanangan program pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme juga merupakan respons terhadap praktik korupsi Soeharto pada era awal reformasi.

"Jadi, guru dari korupsi indonesia sesuai TAP MPR nomor 11 tahun 1998 itu mantan presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," jelas Basarah di Megawati Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Baca Juga: Minum Bir dengan Rasa Buah, Kenapa Tidak?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI