Tim Evakuasi Korban Penembakan di Trans Papua Sempat Dihadang dan Ditembaki

Bangun Santoso

Rabu, 05 Desember 2018 | 10:47 WIB
Tim Evakuasi Korban Penembakan di Trans Papua Sempat Dihadang dan Ditembaki
Pasukan Brimob dari Timika tiba di Wamena, Selasa (4/12/2018), aparat keamanan pun ditambah untuk mengamankan situasi di daerah tersebut. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

Suara.com - Proses evakuasi korban penembakan di Trans Papua, Kabupaten Nduga, Papua sempat tertunda pada Selasa (4/12/2018) kemarin. Hal itu karena cuaca di sekitar Distrik Mbua, Kabupaten Nduga dalam kondisi berkabut. Distrik ini merupakan jalan masuk menuju Distrik Yal yang menjadi lokasi korban berada.

"Pasukan yang diterjunkan sudah sampai di Mbua, tapi karena di sana sudah berkabut jadi kita tidak bisa lanjutkan perjalanan sampai ke Yigi dan Yal mudah-mudahan besok pagi (Rabu hari ini) kita bisa bergerak ke Yigi," kata Danrem 172/PWY, Kolonel Inf. Jonatan Binsar Sianipar seperti dikutip laman Tabloidjubi.com di Makodim 1702/Jayawijaya, Selasa kemarin.

Meski begitu, Jonatan memastikan pada Rabu hari ini tim gabungan akan kembali melanjutkan perjalanan ke Yal dan Yigi. Dari situ, tim akan langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi para korban.

Menurut Danrem, tim gabungan sudah menyiapkan sekitar 150 pasukan untuk melakukan evakuasi. Jumlah ini dianggap cukup untuk mengamankan Yigi dan Yal yang diduga masih dikuasai kelompok bersenjata.

“Yang jelas informasi terakhir ada empat orang yang masih hidup dan nanti kita evakuasi malam ini bersama anggota kita yang kena tembak,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini ada seorang anggota TNI yang tewas dari Pos Batalyon 755/Yalet. Sementara tim evakuasi juga menemukan empat orang warga dalam kondisi selamat meski mengalami luka tembak. Saat ini, mereka telah dievakuasi ke Kabupaten Jayawijaya.

Danrem juga belum bisa memberikan informasi pasti tentang jumlah korban tewas. Ini karena tim yang bertugas melakukan evakuasi belum berhasil memasuki lokasi kejadian.

“Medannya naik turun dan jalannya masih belum di aspal masih diperkeras dan berbatu, jadi itu membuat kami dari sini sampai ke sana sekitar 7-8 jam. Selama perjalanan kita diganggu terus, kita sempat ditembaki dua kali sama kelompok bersenjata. Tadi ada satuan kita yang mendahului datang menggunakan heli sudah menduduki pos kita di sana dan mereka lari, cuman yang menghadang kita di jalan ini dari ketinggian yang menembak kita dua kali," Jonatan menjelaskan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal mengakui pada percobaan evakuasi di hari pertama, sejumlah aparat mendapati jalan diblokir sehingga petugas tak bisa memasuki wilayah tersebut. Tim gabungan hanya berhasil mengamankan empat korban yang mengalami luka tembak.

baca juga

“Untuk korban yang ditemukan ini antara lain Marthinus Sampe seorang karyawan PT Istaka Karya, mengalami luka tembak di kaki kiri, Jufrianto luka tembak di pelipis kiri, Irawan karyawan Telkomsel dan Jhon dari petugas kesehatan," ujar Kamal.

Menurut dia, saat ini anggota juga masih terus melakukan penyisiran dari Mbua ke distrik Yal. Tempat kejadian perkara diketahui tersebar di sejumlah lokasi. Kelompok bersenjata ini juga melakukan penyerangan di camp karyawan.

"Empat orang yang berhasil selamat ini sekarang sedang dalam perjalanan menggunakan mobil untuk di evakuasi ke Wamena untuk mendapat perawatan insentif," imbuh Kamal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tambah Kekuatan, Kodam XVII Cenderawasih Kirim Personel Satu Kompi ke Nduga

Tambah Kekuatan, Kodam XVII Cenderawasih Kirim Personel Satu Kompi ke Nduga

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 10:27 WIB

Jokowi Dinilai Layak Jadi Bapak Pembangunan Papua

Jokowi Dinilai Layak Jadi Bapak Pembangunan Papua

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 10:19 WIB

Tim UP2KP Siaga Tunggu Jasad Korban Penembakan di Trans Papua

Tim UP2KP Siaga Tunggu Jasad Korban Penembakan di Trans Papua

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 10:00 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×