Enam Isu dan Program Dua Bulan Masa Kampanye Jokowi Vs Prabowo

Dwi Bowo Raharjo, Erick Tanjung

Kamis, 06 Desember 2018 | 17:11 WIB
Enam Isu dan Program Dua Bulan Masa Kampanye Jokowi Vs Prabowo
LSI Denny JA merilis survei terbarunya tentang pertarungan isu dan program kampanye pasangan Capres dan Cawapres di Pemilu 2019. Dalam temuannya, ada enam isu yang populer dan punya efek elektoral selama dua bulan masa kampanye. (Suara.com/ Erick Tanjung)

Suara.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei terbarunya tentang pertarungan isu dan program kampanye pasangan Capres dan Cawapres di Pemilu 2019. Dalam temuannya, ada enam isu yang populer dan punya efek elektoral selama dua bulan masa kampanye.

Enam isu yang punya efek elektoral selama masa kampanye diantaranya adalah penyelenggaran Asian Games, Kunjungan Jokowi ke Gempa Palu, Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok, Hoaks Ratna Sarumpaet, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus 15 ribu, dan Pembakaran Bendera Tauhid.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar memaparkan, penyelenggaraan Asian Games didengar oleh 85.1 persen pemilih.

“Dari mereka yang pernah mendengar kegiatan ini, sebesar 96.5 persen menyatakan mereka suka dengan kegiatan tersebut,” kata Rully dalam konfrensi pers di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).

Kemudian, kunjungan Jokowi ke Gempa Palu diketahui oleh 75.5 persen pemilih. Dari mereka yang mendengar sebesar 93.7 persen menyatakan bahwa mereka suka dengan kegiatan tersebut.

Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok diketahui oleh 67.9 persen pemilih. Dan sebesar 94.5 persen dari mereka yang tahu atau pernah mendengar menyatakan suka dengan kegiatan tersebut.

“Sedangkan kasus Hoax Ratna Sarumpaet diketahui oleh 57.2 persen pemilih. Dan dari mereka yang tahu kasus tersebut, hanya sebesar 3.7 persen yang menyatakan suka. Sementara mereka yang menyatakan tidak suka dengan kasus tersebut sebesar 89.5 persen,” ujar dia.

Sementara kasus nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 15 ribu, diketahui oleh 54.2 persen pemilih. Dari mereka yang pernah mendengar, sebesar 84.3 persen menyatakan tidak suka dengan kasus tersebut.

Pembakaran Bendera Tauhid juga menyita perhatian publik secara luas. Mereka yang menyatakan pernah mendengar atau tahu kasus Pembekaran Bendera Tauhid sebesar 53.7 persen.

“Dari mereka yang pernah mendengar, sebesar 83.6 persen menyatakan bahwa mereka tidak suka dengan kasus tersebut,” papar dia.

Selain enam program atau isu di atas, ada sejumlah isu dan program lainnya yang muncul dan ramai dalam pemberitaan dan percakapan di media sosial. Namun demikian, efek elektoralnya tidak terlalu signifikan karena tingkat pengenalan terhadap isu tersebut dibawah 50 persen.

baca juga

Pengenalan terhadap isu diukur dalam survei nasional LSI Denny JA yang lebih menjamin representasi terhadap keseluruhan populasi pemilih. Baik pemilih di perkotaan maupun pemilih di pedesaan. Baik pemilih yang mengakses media sosial maupun pemilih yang tidak mengakses media sosial.

Popularitas isu-isu aktual yang diuji dalam survei LSI Denny JA antara lain, Isu Tampang Boyolali dengan popularitas isu sebesar 28.8 persen.

“Dari mereka yang tahu pernyataan capres Prabowo Subianto tentang Tampang Boyolali, sebesar 65.8 persen menyatakan tidak suka dengan pernyataan tersebut. Sementara mereka yang menyatakan suka hanya sebesar 9.3 persen,” tutur dia.

Sedangkan kunjungan Prabowo ke lokasi Gempa Lombok diketahui oleh 27.4 persen pemilih. Dari mereka yang tahu kunjungan Prabowo tersebut, sebesar 91.4 persen menyatakan suka, sementara sebesar 3.2 persen menyatakan tidak suka.

Rapat Tahunan IMF di Bali diketahui oleh 19.2 persen pemilih. Mereka yang tahu adanya rapat tahunan di Bali, sebesar 49.5 persen menyatakan tidak suka dengan kegiatan tersebut, sementara 33.5 persen menyatakan suka dengan rapat tahunan IMF tersebut.

Pernyataan Prabowo Subianto bahwa jika terpilih sebagai presiden maka tidak akan melakukan kegiatan impor diketahui oleh 18.7 persen pemilih.

“Dari mereka yang tahu atau pernah mendengar pernyataan Prabowo tersebut, sebesar 44.8 persen menyatakan tidak suka, sementara sebesar 45.7 persen menyatakan bahwa mereka suka dengan pernyataan tersebut,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Besar Tagar Olahraga Teratas Sepanjang 2018 di Twitter Indonesia

10 Besar Tagar Olahraga Teratas Sepanjang 2018 di Twitter Indonesia

Sport | Kamis, 06 Desember 2018 | 09:18 WIB

Sandiaga Uno Terima Curhatan Emak-emak soal Outsourcing

Sandiaga Uno Terima Curhatan Emak-emak soal Outsourcing

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 03:00 WIB

Dapat Rp 7 Juta dari Emak-emak, Sandiaga Janji Tak akan Khianati Pendukung

Dapat Rp 7 Juta dari Emak-emak, Sandiaga Janji Tak akan Khianati Pendukung

News | Senin, 03 Desember 2018 | 19:05 WIB

Wakil Ketua MPR: Memilih di Pemilu Harus Seperti Pilih Menantu

Wakil Ketua MPR: Memilih di Pemilu Harus Seperti Pilih Menantu

News | Senin, 03 Desember 2018 | 15:31 WIB

MPR: Memilih Pemimpin di Pemilu 2019 Seperti Pilih Menantu

MPR: Memilih Pemimpin di Pemilu 2019 Seperti Pilih Menantu

News | Senin, 03 Desember 2018 | 15:18 WIB

Terkini

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

×