Panita: Media Massa yang Tak Siarkan Reuni Akbar 212 Menyakiti Umat Islam

Dwi Bowo Raharjo, Walda Marison

Jum'at, 07 Desember 2018 | 19:15 WIB
Panita: Media Massa yang Tak Siarkan Reuni Akbar 212 Menyakiti Umat Islam
Reuni Akbar 212 di Monas. (Suara.com/Chyntia Sami B)

Suara.com - Panitia Reuni Akbar 212 menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah media massa yang sudah melakukan peliputan di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12) lalu. Berjalanya reuni 212 menjadi sebuah keberhasilan dari GNPF -Ulama dan PA 212 karena acara terkoordinir dengan baik dan damai.

"Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada media TV One yang telah secara profesional menyiarkan secara langsung dan porsi yang memadai atas Reuni Akbar Mujahid 212. Republika dan Rakyat Merdeka On Line (RMOL)," ujar Ketua GNPF - Ulama, Yusuf Muhammad Martak saat konferensi pers di rumah makan Hayam Wuruk, Tebet, Jakarta Selatan., Jumat (7/12/2018).

Rasa terima kasih ini disampaikan sebagai bentuk respon terhadap beberapa media yang tidak mau menyiarkan aksi 212 secara langsung. Ia menilai beberapa media mainstream, khususnya televisi yang tidak melakukan peliputan tidak mengedapkan keberimbangan dalam sebuah berita.

"Mereka jelas-jelas menunjukkan sikap tidak berimbang dan keberpihakan luar biasa kepada penguasa," katanya.

Lebih dari itu, pihaknya menanggap sikap media yang tidak meliput aksi 212 merupakan pembunuhan hak dari umat Islam. Pasalnya hak umat Islam dianggap tidak terpenuhi dalam mendapatkan informasi tentang jalanya aksi 212.

"Sejatinya mereka telah melakukan 'bunuh diri massal' karena mengkhianati sejarah dan menyakiti umat Islam sebagai mayoritas penduduk sekaligus konsumen media," tuturnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 02 Prabwo Subianto menyampaikan kemarahannya pada sejumlah media mainstream di Indonesia. Kekesalan Prabowo berawal dari seringnya media menerbitkan berita tidak berimbang dalam memberitakan jalannya Pemilihan Presiden 2019.

Puncaknya, Prabowo menilai media sudah menelanjangi tubuhnya sendiri lantaran enggan memberitakan peristiwa reuni 212 di Lapangan Monas, Minggu (2/12/2018).

"Ada upaya besar untuk memanipulasi demokrasi di Indonesia. Parpol mau dibeli, pejabat mau dibeli dimana-mana, rakyat mau dibohongi, dicuci otaknya dari pers yang banyak bohongnya daripada benarnya," kata Prabowo.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bandingkan Reuni 212, Habib Novel : Nilai Matematika Guntur Romli Jeblok

Bandingkan Reuni 212, Habib Novel : Nilai Matematika Guntur Romli Jeblok

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 21:48 WIB

Prabowo Ribut Jumlah Peserta Reuni 212, Mardani: Number doesn't Matter

Prabowo Ribut Jumlah Peserta Reuni 212, Mardani: Number doesn't Matter

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 20:46 WIB

Sindir Prabowo, Ma'ruf Amin: Kalau Saya dengan Media Selalu Berteman

Sindir Prabowo, Ma'ruf Amin: Kalau Saya dengan Media Selalu Berteman

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 20:29 WIB

Minta Prabowo Dirukiyah, TKN Jokowi: Itu Urusan Pribadi Guntur dan PSI

Minta Prabowo Dirukiyah, TKN Jokowi: Itu Urusan Pribadi Guntur dan PSI

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 18:25 WIB

Bela Prabowo, Munarman: Guntur Romli yang Mesti Dirukiah

Bela Prabowo, Munarman: Guntur Romli yang Mesti Dirukiah

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 18:08 WIB

Terkini

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Jakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan

3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity

Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Ekonom CORE Apresiasi Pemerintah Berkomitmen Jaga Defisit di bawah 3 Persen

Ekonom CORE Apresiasi Pemerintah Berkomitmen Jaga Defisit di bawah 3 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:21 WIB

FIAD Kritik Keras Pidato Kenegaraan Prabowo, Dinilai Hanya Simbol Populisme

FIAD Kritik Keras Pidato Kenegaraan Prabowo, Dinilai Hanya Simbol Populisme

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Demo Tolak LGBTQ di Kota Bogor

Demo Tolak LGBTQ di Kota Bogor

Foto | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:19 WIB

5 Rekomendasi Kombinasi Ombre Lipstik Hanasui yang Tahan Lama dan Bikin Bibir Segar

5 Rekomendasi Kombinasi Ombre Lipstik Hanasui yang Tahan Lama dan Bikin Bibir Segar

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Demo Tolak LGBTQ di Bogor

Demo Tolak LGBTQ di Bogor

Foto | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:17 WIB

×