Jakarta Peringkat Tiga Kota Paling Tidak Toleran 2018

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Jum'at, 07 Desember 2018 | 20:03 WIB
Jakarta Peringkat Tiga Kota Paling Tidak Toleran 2018
Suasana di beberapa ruas jalan protokol di Ibu Kota Jakarta mulai terlihat lengang, Minggu (27/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - DKI Jakarta masuk dalam 10 besar kota dengan tingkat toleransi terendah. Artinya, daerah ibu kota merupakan kawasan yang rawan intoleran.

Peringkat tersebut berdasarkan hasil laporan Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2018 yang diterbitkan Setara Institut.

Setara Institut meneliti 94 kota dari 98 kota yang ada di Indonesia. Hasilnya, DKI Jakarta menempati peringkat kedua dari bawah alias ke-92 dengan skor 2,880.

Dua kota lain yang berada di bawah DKI Jakarta adalah Tanjung Balai Sumatera Utara dengan skor 2,817, dan Banda Aceh (2,830).

Berikut 10 kota yang tingkat toleransinya rendah:

85. Kota Sabang: 3,757

86. Medan: 3,710

87. Makassar: 3,637

88. Bogor: 3,533

baca juga

89. Depok: 3,490

90. Padang: 3,450

91. Cilegon: 3,420

92. Jakarta: 2,880

93. Banda Aceh: 2,830

94. Tanjung Balai: 2,817

Direktur Riset Setara Institut Halili menuturkan, dibandingkan data IKT Tahun 2017, secara umum tidak terjadi perubahan komposisi yang signifikan pada data 10 kota dengan indeks toleransi terendah pada tahun 2018.

DKI Jakarta sendiri pada ITK tahun 2017 berada di urutan terakhir, yakni posisi 94.

"Kecuali perubahan signifikan terjadi pada Tanjung Balai yang tahun ini menempati peringkat ke 94 atau peringkat 1 dari bawah," tutur Halili di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Sebagai informasi, dalam mengukur IKT tahun 2018, Setara Institut menggunakan kerangka metodologis Brian J Grim dan Roger Finke.

Variabel yang menjadi tolok ukurnya yakni, terkait regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial, dan demografi agama.

Sementara bobot pengukuran yakni, rencana pembangunan (10 persen), kebijakan diskriminatif (20 persen), peristiwa intoleransi (20 persen), partisipasi masyarakat sipil (10 persen), pernyataan (10 persen), tindakan nyata (15 persen), heterogenitas agama (20 persen), inklusi sosial keagamaan (10 persen).

Lebih lanjut Halili mengungkapkan, tujuan pengindeksan ini untuk mempromosikan kota-kota yang dianggap berhasil membangun dan mengembangkan toleransi.

Selain itu, Halili mengatakan berdasarkan hasil laporan IKT 2018, Setara Institut meminta Presiden Joko Widodo mendorong pemerintah kota di seluruh Indonesia menjadi teladan dalam implementasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini 10 Kota Paling Toleran Tahun 2018, Jakarta Tidak Masuk

Ini 10 Kota Paling Toleran Tahun 2018, Jakarta Tidak Masuk

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 17:33 WIB

Anies Mengeluh Banyak Kepala Dinas Minta Instruksi Kebijakan ke Dirinya

Anies Mengeluh Banyak Kepala Dinas Minta Instruksi Kebijakan ke Dirinya

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 17:56 WIB

Pemprov DKI Siapkan 1.430 Rusunawa Untuk Warga Relokasi

Pemprov DKI Siapkan 1.430 Rusunawa Untuk Warga Relokasi

News | Kamis, 29 November 2018 | 03:00 WIB

RAPBD DKI Jakarta 2019 Defisit sampai Rp 16 Triliun

RAPBD DKI Jakarta 2019 Defisit sampai Rp 16 Triliun

News | Kamis, 22 November 2018 | 18:43 WIB

Terkini

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:22 WIB

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:04 WIB

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB