Tak Menangkan Jokowi, Kader Golkar Terancam Kena Sanksi

Agung Sandy Lesmana
Tak Menangkan Jokowi, Kader Golkar Terancam Kena Sanksi
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11/2018). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Tak main-main, Airlangga akan mencatat nama-nama kader yang tak becus saat melakukan kampanye di daerah-daerah.

Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyiapkan sanksi bagi seluruh kader bila tidak memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019. Tak main-main, Airlangga akan mencatat nama-nama kader yang tak becus saat melakukan kampanye di daerah-daerah.

"Nanti akan kita catat itu (nama-namanya)," kata Airlangga seperti dikutip Antara, Jumat (14/12/2018).

Airlangga memberikan pengarahan di acara pengukuhan Bappilu Partai Golkar Provinsi Riau dan Pelepasan Sekaligus Penugasan Caleg DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau di Kota Pekanbaru.

Dalam pidatonya, Airlangga meminta agar setiap kader Golkar di Riau menghadiri acara pelantikan Tim Kampanye Daerah (TKD) Riau pasangan Jokowi-Ma'ruf di Hotel Prime Park, Pekanbaru pada Sabtu (15/12) siang. Menurutnya, seluruh kader wajib datang di acara yang akan dihadiri capres petahana Jokowio. Jika, tidak hadir, para kader akan diberikan saksi

"Besok wajib hadir, kalau gak hadir tak akan dapat posisi strategis setelah Pemilu," tegas Airlangga.

DPP Partai Golkar terlihat sangat serius untuk meminta kadernya di daerah untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Pada acara tersebut, Airlangga mempresentasikan bahan berisi pencapaian empat tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bahan presentasi tersebut bahkan dicetak dan disebarkan untuk para undangan acara.

Dia meminta agar setiap caleg dalam kampanyenya juga memaparkan pencapaian pemerintahan Presiden Jokowi selama empat tahun terakhir, seperti pembangunan infrastruktur, keberhasilan menekan inflasi, menurunkan jumlah pengangguran dan penduduk miskin hingga untuk melawan kampanye negatif "serbuan" tenaga kerja China ke Indonesia.

"Bantu melawan isu tenaga kerja asing asal China di Indonesia. Tenaga kerja China hanya sedikit, yang banyak turis," katanya.

Airlangga menyatakan agar setiap kader tidak melupakan bahwa Partai Golkar sudah memutuskan untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf karena capaian kinerjanya dalam pembangunan Indonesia selama empat tahun pemerintahan Presiden Jokowi sudah terbukti.

"Bagi Partai Golkar sangat penting agar pembangunan ini terus dilanjutkan. Inilah adalah alasan kepada Golkar mendukung Pak Jokowi, karena capaian-capaiannya jelas," ujarnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS