Natal adalah Perlawanan, Kristiani Gaza Palestina dalam Kepungan Israel

Reza Gunadha

Selasa, 25 Desember 2018 | 15:40 WIB
Natal adalah Perlawanan, Kristiani Gaza Palestina dalam Kepungan Israel
Warga Kristen Palestina memakai pakaian Sinterklas ikut aksi protes dan melempari militer Israel memakai batu, 19 Desember 2017. [AFP]

Suara.com - Natal bagi umat Kristiani di tanah Palestina lebih dari sekadar perayaan. Natal bagi mereka adalah perlawanan terhadap penjajahan Israel.

Untuk sekian kali, sekelompok kecil jemaat Kristen Ortodoks Gaza tak dapat merayakan Natal dengan berkunjung ke Betlehem dan Gereja Kelahiran Yesus di Tepi Barat yang diduduki tentara Israel.

Gaza sejak lama dikepung dan diisolasi oleh militer Israel. Setiap warga di Gaza, dilarang bersatu dengan anggota keluarga mereka di Tepi Barat. Bagi umat Kristiani Gaza, Israel juga menerapkan larangan untuk bepergian ke Gereja Nativity tempat kelahiran Yesus Kristus.

Samir Abu Nussira, warga Gaza, masih mengingat, sebelum daerah itu dikepung, hari Natal selalu dirayakan penuh kegembiraan oleh umat Kristiani maupun Muslim.

“Dulu, kami merayakan Natal dengan penuh suka cita. Dihadiri orang-orang terkemuka. Ada festival di lapangan publik dengan musik, beragam pertunjukan, parade, pohon Natal raksasa yang menyala-nyala, dan puluhan orang berpakaian seperti Santa,” kata Samir, kepada Al Jazeera, Selasa (25/12/2018).

Dalam kenangan Samir, Natal sebelum pendudukan Israel, adalah liburan yang menyenangkan. Ia dan keluarganya bisa merayakan Natal di Gereja Kelahiran Yesus dan disambung dengan bersilaturahmi ke kerabat di Tepi Barat.

"Namun, tahun ini, saya dan istri saya mengajukan petisi keada Israel untuk bepergian dengan anak-anak kami ke Betlehem untuk Natal, tetapi hanya anak-anak saya yang mendapat izin untuk bepergian keluar dari Gaza, sementara istri saya dan saya ditolak."

Israel mengizinkan orang-orang Kristen untuk mengajukan petisi luar biasa kepada Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), sebuah badan militer Israel yang mengelola sebagian Tepi Barat, untuk menyeberang dari Gaza selama musim liburan—tetapi izin jarang diberikan.

”Petisi itu tidak menjamin adanya kebebasan. Sudah banyak kasus petisi itu ditolak. Itu hanya akal-akalan Israel,” kata Kamel Ayyad, Direktur Hubungan Masyarakat Gereja Ortodoks di Gaza.

baca juga

Tahun ini, berdasarkan pencatatan gereja, terdapat 1.000 petisi yang diajukan umat Kristiani Gaza ke otoritas Israel untuk mengunjungi Betlehem,

”Sebagai balasan, kami menerima 104 kali penolakan. Hanya 350 petisi yang diterima, itu juga mayoritas untuk anak-anak. Apa anak-anak bisa pergi sendiri tanpa orang tua? Israel selalu menolak dengan alasan masalah keamanan, dalih mereka seperti biasa," keluhnya.

Israel yang mengklaim sebagai negara demokratis, menerapkan aturan pemohon petisi haruslah berusia 18 tahun atau lebih muda. Selain itu, petisi juga bisa diajukan oleh orang berusia 50 tahun atau lebih tua.

Tapi Ayyad menuturkan, tak jarang orang-orang berusia 50 tahun ke atas yang mengajukan petisi untuk mengunjungi Betlehem saat Natal atau perayaan keagamaan lain ditolak.

"Israel tidak membedakan antara Muslim dan Kristen Palestina. Jika Anda hanya Palestina, Anda akan terus dikenakan hukuman kolektif Israel, tindakan tegas dan larangan bepergian."

COGAT mengklaim pada laman daringnya bahwa, "Kebebasan beribadat dan beragama adalah bagian dari nilai-nilai yang dipromosikan Israel, dan kami bekerja untuk mempromosikan pemenuhan mereka".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Israel Turut Bersedih untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Israel Turut Bersedih untuk Korban Tsunami Selat Sunda

News | Senin, 24 Desember 2018 | 13:54 WIB

Hindari Aksi Dorong-dorongan, Gereja Katedral Terapkan Registrasi Online

Hindari Aksi Dorong-dorongan, Gereja Katedral Terapkan Registrasi Online

News | Senin, 24 Desember 2018 | 13:37 WIB

TNI-Polri Waspadai Aksi Sweeping Saat Natal dan Tahun Baru

TNI-Polri Waspadai Aksi Sweeping Saat Natal dan Tahun Baru

News | Jum'at, 21 Desember 2018 | 10:39 WIB

Jelang Natal dan Tahun Baru, Skuat Persipura "Dibubarkan"

Jelang Natal dan Tahun Baru, Skuat Persipura "Dibubarkan"

Bola | Kamis, 20 Desember 2018 | 15:56 WIB

Terkini

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 10:49 WIB

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:45 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Santoso: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

Wakil Ketua Komisi III DPR Santoso: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:44 WIB

Hasil Imbang Timnas Indonesia Lawan Malaysia Memaksa Skuad Garuda Harus Sapu Bersih Laga Pamungkas

Hasil Imbang Timnas Indonesia Lawan Malaysia Memaksa Skuad Garuda Harus Sapu Bersih Laga Pamungkas

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:41 WIB

Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta Barat

Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta Barat

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:25 WIB

Tak Perlu Target Besar, Kebiasaan Hidup Aktif Bisa Dimulai dari Langkah Sederhana

Tak Perlu Target Besar, Kebiasaan Hidup Aktif Bisa Dimulai dari Langkah Sederhana

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:24 WIB

John Herdman Benahi Formula Serangan Timnas Indonesia Pasca Kartu Merah Thom Haye

John Herdman Benahi Formula Serangan Timnas Indonesia Pasca Kartu Merah Thom Haye

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:23 WIB

Sungai Tercemar, Mangrove Rusak: Bappenas Dorong Pengelolaan Ekosistem yang Tak Terpisah

Sungai Tercemar, Mangrove Rusak: Bappenas Dorong Pengelolaan Ekosistem yang Tak Terpisah

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:20 WIB

×