Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Cilegon, Warga Harus Pakai Masker

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Desember 2018 | 06:15 WIB
Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Cilegon, Warga Harus Pakai Masker
Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12).[ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras]

Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Arriadna mengingatkan kepada warga agar selalu menggunakan masker dalam beraktivitas. Ini dikarenakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menghujani wilayah Kota Cilegon.

Abu vulkanik dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Salah satunya yakni mengganggu pernapasan.

“Saya sudah dapat laporan kalau abu vulkanik sudah masuk Cilegon, warga kami ingatkan dan imbau agar menggunakan masker dalam beraktivitas,” ujarnya, Rabu (26/12/2018).

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sudah menyebar, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Puskesmas dan camat agar menginformasikan kepada masyarakat supaya menggunakan masker dalam beraktivitas.

“Selain mengganggu pernapasan juga abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi mata,” imbuhnya.

Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten dihujani abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sejak, Rabu (26/12/2018). Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tertiup oleh angin dari Selat Sunda.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional atau BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelasakan angin dominan ke arah barat daya sehingga abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau dominan ke arah barat daya.

"Namun demikian pada ketinggian tertentu angin ada yang ke arah timur sehingga membawa material erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Sutopo.

Di Cilegon dan sebagian Serang terjadi hujan abu dan pasir tipis. Abu terlihat di permukaan mobil yang diparkir dan permukaan tanah.

baca juga

Untuk itu dihimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Tetap berada di dalam rumah.

Jika berada di luar rumah sebaiknya memakai masker agar tidak mengganggu pernapasan dan pakai kacamata agar tidak kelilipan di mata.

"Status Gunung Anak Krakatau masih waspada level 2. Sesuai rekomendasi PVMBG Daerah berbahaya adalah di dalam radius 2 km di puncak kawah," kata Sutopo. (Bantennews.co.id)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Mahasiswa Undip Diterjang Tsunami: Pulau Legundi Porak Poranda

Kisah Mahasiswa Undip Diterjang Tsunami: Pulau Legundi Porak Poranda

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 22:31 WIB

Debu Hitam dan Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Cilegon Banten

Debu Hitam dan Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Cilegon Banten

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 18:49 WIB

Suara Dentuman Misterius di Sumsel Ternyata dari Gunung Anak Krakatau

Suara Dentuman Misterius di Sumsel Ternyata dari Gunung Anak Krakatau

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 18:34 WIB

Selain BNPB, NASA Juga Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Selain BNPB, NASA Juga Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Tekno | Rabu, 26 Desember 2018 | 13:44 WIB

Buntut Tsunami Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau Dipasang Alat Sensor

Buntut Tsunami Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau Dipasang Alat Sensor

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 11:36 WIB

Terkini

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:33 WIB

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:29 WIB

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:27 WIB

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:25 WIB

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

×