KPAI: Perlu Ada Pelayanan Psikososial Berkelanjutan untuk Korban Bencana

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Kamis, 27 Desember 2018 | 18:23 WIB
KPAI: Perlu Ada Pelayanan Psikososial Berkelanjutan untuk Korban Bencana
Anak-anak korban gempa palu mengikuti lomba mewarnai gambar di pengungsian. (Foto: Puspen TNI)

Suara.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat, Susianah, mengatakan anak-anak korban bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, dan Sigi pada Jumat (28/9/2018) masih mengalami trauma psikologis yang luar biasa. KPAI menilai perlu ada upaya jangka panjang terkait pelayanan psikososial bagi para korban.

Susianah menerangkan, berdasarkan pengamatan KPAI pada akhir bulan November 2018, kejadian bencana gempa dan tsunami masih menyisakan trauma yang mendalam khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana likuifaksi di wilayah Balaroa, Palu Barat dan Petobo, Palu Selatan. Akibat likuifaksi yang menghilangkan dua wilayah tersebut menurutnya sangat memberikian dampak psikologis yang luar biasa bagi anak-anak.

"Kondisi anak-anak itu kami melakukan pengawasan di November akhir, itu kondisi lukuifaksi yang kemudian membuat dua kampung di Balaroa dan Petobo hilang, ini menimbulkan permasalahan psikologi yang luar biasa bagi anak," kata Susianah di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Menurutnya pemerintah harus membuat layanan psikososial yang berkelanjutan untuk menghilangkan trauma bagi para korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi. Tidak hanya bagi anak-anak tapi juga bagi para tenaga pengajar.

"Pelayanan psikososial ini bukan hanya bagi anak tapi guru juga perlu. Karena guru-guru ini, untuk kepanjangan tangan di antara murid-murid ini," imbuhnya.

Selaian itu, Susianah juga mengungkapkan adanya ketidakadilan terkait distribusi sarana dan prasarana sekolah darurat di Palu, Donggala dan Sigi. Menurutnya, distribusi sarana dan prasarana sekolah darurat hanya diperuntukan bagi sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sementara, kata Susianah, bagi sekolah-sekolah yang berada di dalam naungan Kementerian Agama (Kemenag) tidak mendapatkan distribusi sarana dan prasarana sekolah darurat.

"Ketidakadilan ini pernah di protes juga oleh Bu Retno selaku Komisioner KPAI (Bidang Pendidikan), bahwa kita protes kok hanya sekolah di bawah Kementerian Pendidikan yang dapat distribusi penyelenggraan sekolah darurat. Kenapa sekolah di bawah Kementerian Agama tidak, artinya ini masih sering terjadi di lapangan karena persoalan dokumen," terangnya.

Lebih jauh Susianah meangatakan, keadaan semakin ironis saat ia menyambangi sekolah-sekolah darurat yang ada di Palu, Donggala, dan Sigi. Ia menyebut ada beberapa sekolah yang disambangi tidak ada pengajar pasca gempa dan tsunami.

baca juga

"Muridnya semangat belajar tapi ternyata nggak ada gurunya. Artinya di satu sisi murid ini harus ditingkatkan kondisi psikisnya tapi disisi lain bagaimana dengan kondisi ini," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPAI :  Tidak Adil Jika Sekolah Darurat Menerapkan Kurikulum Nasional

KPAI : Tidak Adil Jika Sekolah Darurat Menerapkan Kurikulum Nasional

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 16:58 WIB

Berapa Lama Orang Pulih dari Trauma Psikologis Pasca Bencana?

Berapa Lama Orang Pulih dari Trauma Psikologis Pasca Bencana?

Health | Kamis, 27 Desember 2018 | 16:46 WIB

Cegah Kekerasan Seksual Pelajar, KPAI Minta Tiga Kementerian Buat Program

Cegah Kekerasan Seksual Pelajar, KPAI Minta Tiga Kementerian Buat Program

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 15:43 WIB

Pelanggaran Hak Anak Meningkat di Tahun 2018, Jumlahnya Mencapai 445 Kasus

Pelanggaran Hak Anak Meningkat di Tahun 2018, Jumlahnya Mencapai 445 Kasus

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 15:20 WIB

Aniaya Remaja, KPAI: Habib Bahar Smith Tak Patut Jadi Panutan Umat

Aniaya Remaja, KPAI: Habib Bahar Smith Tak Patut Jadi Panutan Umat

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 19:34 WIB

Terkini

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

×