KPAI : Tidak Adil Jika Sekolah Darurat Menerapkan Kurikulum Nasional

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Kamis, 27 Desember 2018 | 16:58 WIB
KPAI :  Tidak Adil Jika Sekolah Darurat Menerapkan Kurikulum Nasional
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti. (suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan pada pemerintah untuk membentuk kurikulum sekolah darurat bagi wilayah yang terdampak bencana. Usulan tersebut dinilai bisa memberikan keadilan bagi peserta didik di wilayah bencana.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menilai bencana yang terjadi di Lombok, Palu, Sigi, Donggala, Lampung, dan Pandeglang sudah semestinya menyadarkan pemerintah untuk segera membentuk kurikulum sekolah daruat. Pasalnya, ruang kelas sekolah darurat masih sangat terbatas dan waktu belajar siswa juga cenderung lebih singkat.

"Sangat tidak adil jika sekolah darurat menerapkan kurikulum nasional yang saat ini berlaku. Sementara, sarana dan prasarana sangat minim, kondisi pendidik dan kondisi psikologis anak-anak masih belum stabil serta rendahnya kenyamanan dalam proses pembelajaran di kelas," kata Retno di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Selain itu, Retno mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sudah seharusnya memberikan pendidikan terkait Mitigasi Bencana. Mengingat wilayah Indonesia memiliki karakteristik rawan bencana.

Menurut Retno latihan simulasi bencana seharusnya bisa dilakukan di sekolah-sekolah, minimal sekali dalam dua minggu. Latihan tersebut dianggap bisa memberi pembelajaran dan diharapkan dapat meminimalisir jatuhnya banyak korban bilamana terjadi bencana.

"Mitigasi bencana, saya rasa latihan simulasi itu harusnya dilakukan untuk negeri ini paling tidak dua minggu sekali atau sebulan sekali ada bencana atau tidak di seluruh Indonesia mestinya ada mitigasi bencana," imbuhnya.

"Pendidikan-pendidikan semacam ini harus dilakukan terus-menerus. Karena Indonesia ini tidak bisa menghindari karena situasi dan kondisi bumi kita yang berada di bawah rawan bencana," Retno menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Kekerasan Seksual Pelajar, KPAI Minta Tiga Kementerian Buat Program

Cegah Kekerasan Seksual Pelajar, KPAI Minta Tiga Kementerian Buat Program

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 15:43 WIB

Pelanggaran Hak Anak Meningkat di Tahun 2018, Jumlahnya Mencapai 445 Kasus

Pelanggaran Hak Anak Meningkat di Tahun 2018, Jumlahnya Mencapai 445 Kasus

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 15:20 WIB

Gangguan Jiwa Mengintai Keluarga Korban Bencana Tsunami Selat Sunda

Gangguan Jiwa Mengintai Keluarga Korban Bencana Tsunami Selat Sunda

Health | Rabu, 26 Desember 2018 | 13:02 WIB

Pasca Tsunami Selat Sunda, Anies Minta Warga Waspada Bencana

Pasca Tsunami Selat Sunda, Anies Minta Warga Waspada Bencana

News | Senin, 24 Desember 2018 | 21:26 WIB

Aniaya Remaja, KPAI: Habib Bahar Smith Tak Patut Jadi Panutan Umat

Aniaya Remaja, KPAI: Habib Bahar Smith Tak Patut Jadi Panutan Umat

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 19:34 WIB

Terkini

BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan

BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan

Kaltim | Senin, 28 September 2026 | 12:19 WIB

Di Bawah Tol Desari, Kolong Boys Mengajak Anak Muda Berkawan dengan Sampah

Di Bawah Tol Desari, Kolong Boys Mengajak Anak Muda Berkawan dengan Sampah

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 12:13 WIB

Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib

Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib

News | Senin, 28 September 2026 | 12:11 WIB

Awas Jadi 'Kotak Pandora', Arie Yusuf Amir Bongkar Celah Berbahaya RUU Perampasan Aset

Awas Jadi 'Kotak Pandora', Arie Yusuf Amir Bongkar Celah Berbahaya RUU Perampasan Aset

News | Senin, 28 September 2026 | 12:10 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Selingkuh hingga Paling Setia, Pasanganmu Termasuk?

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Selingkuh hingga Paling Setia, Pasanganmu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 12:09 WIB

Indosat 5G Bikin Aktivitas Digital di Medan Lancar

Indosat 5G Bikin Aktivitas Digital di Medan Lancar

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 12:06 WIB

2 Tewas dalam Bentrok di Setokok Batam, Polisi Didesak Usut Dalang Kerusuhan

2 Tewas dalam Bentrok di Setokok Batam, Polisi Didesak Usut Dalang Kerusuhan

Batam | Senin, 28 September 2026 | 12:06 WIB

Coba Tanya AI Sebelum ke Dokter: Solusi Praktis atau Bumerang Buat Keselamatan Pasien?

Coba Tanya AI Sebelum ke Dokter: Solusi Praktis atau Bumerang Buat Keselamatan Pasien?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:00 WIB

Timnas Indonesia vs Malaysia Dijaga Super Ketat di GBK, Ada 2.373 Personel Gabungan

Timnas Indonesia vs Malaysia Dijaga Super Ketat di GBK, Ada 2.373 Personel Gabungan

Bola | Senin, 28 September 2026 | 11:59 WIB

Ratusan UMKM Perempuan Ikuti Pelatihan Kewirausahaan di Medan

Ratusan UMKM Perempuan Ikuti Pelatihan Kewirausahaan di Medan

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 11:58 WIB

×