Cegah Kekerasan Seksual Pelajar, KPAI Minta Tiga Kementerian Buat Program

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Kamis, 27 Desember 2018 | 15:43 WIB
Cegah Kekerasan Seksual Pelajar, KPAI Minta Tiga Kementerian Buat Program
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti (baju hitam). (Suara.com/M. Yasir).

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sekitar 177 pelajar mengalami kekerasan seksual sepanjang tahun 2018. Untuk mencegah kasus tersebut terulang, KPAI menyarankan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan untuk membuat program pendidikan kesehatan reproduksi kepada peserta didik.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menilai perlu adanya penyadaran terhadap peserta didik ihwal bagian sensitivitas dalam tubuh mereka yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Hal itu, kata Retno setidaknya bisa meminimalisir terjadinya tindak kekerasan seksual yang belakangan ini kerap dilakukan pelaku pendidik terhadap peserta didik di lingkungan sekolah.

"Saya pikir itu sangat penting mengingat tingginya angka kekerasan seksual tahun 2018 yang dilakukan oknum guru terhadap sejumlah siswanya di lingkungan sekolah," kata Retno di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Berdasarkan catatan KPAI, Retno menyebut sedikitnya 177 peserta didik mengalami kekerasan seksual sepanjang tahun 2018. Kekerasan seksual terhadap anak tersebut terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan terbanyak oleh oknum pendidik di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sementara dari total 177 orang, Retno mengungkapkan sebanyak 135 korban adalah anak laki-laki. Sedangkan 42 korban anak perempuan.

"Korban tidak hanya murid perempuan tetapi juga murid laki-laki. Bahkan trend di tahun 2018 justru murid laki-laki lebih rentan menjadi korban dibandingkan murid perempuan," imbuhnya.

Menurut Retno, sejauh ini belum ada upaya yang berarti dari Dinas Pendidikan dalam tahap menyeleksi para pekerja pendidik. Ia menyebut seleksi yang dilakukan hanya sebatas tes kemampuan akademis tanpa mengedepankan tes kepribadian.

"Ini sulit karena guru kalau dites hanya kemampuan otak dan mengajar. Jarang bicara kepribadian. Beberapa dari mereka yang lolos ternyata malah pedofil," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelanggaran Hak Anak Meningkat di Tahun 2018, Jumlahnya Mencapai 445 Kasus

Pelanggaran Hak Anak Meningkat di Tahun 2018, Jumlahnya Mencapai 445 Kasus

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 15:20 WIB

Aniaya Remaja, KPAI: Habib Bahar Smith Tak Patut Jadi Panutan Umat

Aniaya Remaja, KPAI: Habib Bahar Smith Tak Patut Jadi Panutan Umat

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 19:34 WIB

Terkini

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:17 WIB

Naik 3,1 Sentimeter: Mengapa Muka Laut Bisa Ancam Jutaan Orang?

Naik 3,1 Sentimeter: Mengapa Muka Laut Bisa Ancam Jutaan Orang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka

Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Awas, Sering Dianggap Sepele! Ini Bahaya di Balik BAB Berdarah yang Jarang Diketahui

Awas, Sering Dianggap Sepele! Ini Bahaya di Balik BAB Berdarah yang Jarang Diketahui

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 16:14 WIB

Dalami Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Menteri Imipas: Siapa pun yang Memanfaatkan Pasti Ketahuan!

Dalami Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Menteri Imipas: Siapa pun yang Memanfaatkan Pasti Ketahuan!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:11 WIB

2 Pilihan Setrika Hijab, dari Model Listrik hingga Uap ulai Rp160 Ribuan

2 Pilihan Setrika Hijab, dari Model Listrik hingga Uap ulai Rp160 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 16:05 WIB

Tutorial Bersihkan Lem Talang Air, Alkohol Boleh Dipakai?

Tutorial Bersihkan Lem Talang Air, Alkohol Boleh Dipakai?

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 16:04 WIB

Rekomendasi HP Rp3 Jutaan Kamera Terbaik 200 MP, Dilengkapi OIS dan RAM Jumbo

Rekomendasi HP Rp3 Jutaan Kamera Terbaik 200 MP, Dilengkapi OIS dan RAM Jumbo

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 16:03 WIB

×