Gelombang Tinggi di Perairan Banten, BMKG: Warga Jangan di Laut

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 02 Januari 2019 | 10:46 WIB
Gelombang Tinggi di Perairan Banten, BMKG: Warga Jangan di Laut
Ilustrasi gelombang pasang [pixabay]

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Selatan Banten dan Selat Sunda bagian Selatan mencapai 1,25 sampai 2,5 meter. Wasatawan dan warga pun diimbau untuk tetap waspada.

"Kita minta wisatawan, warga pesisir pantai dan nelayan tidak melakukan aktivitas di laut, karena cukup membahayakan keselamatan jiwa," kata Kepala Seksi Data BMKG Serang, Tardjono seperti dilansir dari Antara, Rabu (2/1/2019.

Tardjono menerangkan, tingginya gelombang akibat adanya tekanan rendah 1000 hPa, 1006 hPa, dan 1008 hPa di Perairan Utara Queensland, Samudera Hindia Selatan Jawa, dan Laut Cina Selatan.

Pola angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari arah barat daya - barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 sampai 30 knot atau 30 kilometer per jam.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Selatan Jawa, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Kep Tanimbarp-Kei-Aru dan Laut Arafura.

Kondisi tersebut, kata Tardjono, dikahawatirkan akan mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah Perairan Indonesia, termasuk Perairan Banten Selatan dan Selat Sunda bagian Selatan.

"Kami berharap nelayan kecil tidak melaut karena bisa menimbulkan kecelakaan laut," katanya menjelaskan.

Menurut Tardjono, tinggi gelombang laut berpeluang 1,25 sampai 2,5 meter juga diperkirakan akan terjadi di Perairan Riau, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue, Perairan Enggano, Perairan Barat Lampung, Peraian Selatan Lombak hingga Sumba dan Perairan Selatan Rotte-Kupang.

Sementara ketinggian gelombang 2,5 meter sampai 4,0 meter berpeluang di Perairan Selatan Jawa Barat hingga Bali Selatan, Bali bagian Selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga NTB, Perairan Kep. Anambas dan Laut Natuna, Perairan Kep. Selayar - Sabalana dan Perairan Kep. Babar hingga Tanimbar.

baca juga

"Kami minta pelaku pelayaran juga waspada gelombang tinggi itu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG Pasang Alat Sensor Dekat Gunung Anak Krakatau

BMKG Pasang Alat Sensor Dekat Gunung Anak Krakatau

News | Rabu, 02 Januari 2019 | 08:01 WIB

Sebut 2019 Banyak Bencana Alam, Peramal Ini Diminta Netizen Kerja di BMKG

Sebut 2019 Banyak Bencana Alam, Peramal Ini Diminta Netizen Kerja di BMKG

Lifestyle | Selasa, 01 Januari 2019 | 08:15 WIB

Awal Tahun 2019, Gempa 5,0 Guncang Kepulauan Talaud Sulawesi Utara

Awal Tahun 2019, Gempa 5,0 Guncang Kepulauan Talaud Sulawesi Utara

News | Selasa, 01 Januari 2019 | 07:22 WIB

BMKG Prediksi Malam Tahun Baru di Jakarta Diguyur Hujan Lebat

BMKG Prediksi Malam Tahun Baru di Jakarta Diguyur Hujan Lebat

News | Senin, 31 Desember 2018 | 16:21 WIB

Jarak Waspada dari Pesisir Banten ke Anak Krakatau Turun Jadi 500 Meter

Jarak Waspada dari Pesisir Banten ke Anak Krakatau Turun Jadi 500 Meter

News | Senin, 31 Desember 2018 | 14:55 WIB

Terkini

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 19:18 WIB

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

News | Senin, 02 November 2026 | 19:17 WIB

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Riau | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

GEO Singkatan dari Apa? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan SEO

GEO Singkatan dari Apa? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan SEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

Mengupas Status Anime Boruto: Cerita Canon atau Sekadar Garapan Ikemoto?

Mengupas Status Anime Boruto: Cerita Canon atau Sekadar Garapan Ikemoto?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:05 WIB

×