Pemprov DKI Selidiki Tumpukan Pasir Diduga Beracun di Rusun Marunda

Bangun Santoso

Sabtu, 05 Januari 2019 | 18:47 WIB
Pemprov DKI Selidiki Tumpukan Pasir Diduga Beracun di Rusun Marunda
Ilustrasi limbah busa Kanal Banjir Timur (KBT) di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Senin (22/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Kepala Satuan Pelaksana Kecamatan Cilincing Jakarta Utara Mahmudin menyebut penanganan tumpukan pasir diduga limbah beracun di sekitaran rumah susun Marunda masih menunggu hasil uji laboratorium.

"Limbah itu dipakai buat nguruk bikin bangunan di kali, karena di sini kan banyak emapang-empang, sementara kami masih menunggu hasil lab dari sampel yang diambil dari Kementerian Lingkungan Hidup didampingi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta," ujar Mahmudin di Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Ia menyebut tiga instansi di antaranya Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dan Kementerian Lingkungan Hidup telah melaksanakan peninjauan dan pengambilan sampel di lokasi pasir tersebut untuk diketahui kadar polutannya.

"Pasirnya sekarang sudah dipinggirin, masih dekat dari lokasi rusun Marunda, tapi sekarang dikarungin kembali," ujar dia.

Adanya tumpukan pasir diduga limbah tersebut, menurutnya, merupakan imbas dari warga yang memesan maupun industri yang memasok limbah tersebut untuk digunakan sebagai material bangunan.

Sementara ini, warga masih tertutup mengenai industri dari mana yang menyuplai pasir diduga limbah tersebut. Akan tetapi, bila sudah ada pihak yang bertanggung jawab atas suplai pasir tersebut, pihaknya meminta untuk membereskan pasir itu.

"Untuk memastikan berbahaya tidaknya mungkin nanti dari hasil labnya. Kalaupun ada yang bertanggung jawab kita minta ini untuk dibersihkan kembali," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menduga tumpukan berupa pasir di beberapa titik sekitar rumah susun Marunda, Jakarta diduga Spent Bleaching Earth (SBE) yang masuk kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI nomor 101 tahun 2014 yang masuk dalam kategori dua.

"Menurut masyarakat bahwa sumber limbah SBE berasal dari industri yang berada di Kawasan Industri Pulo Gadung," kata Isnawa.

baca juga

Sekitar rusun Marunda limbah SBE digunakan dan dimanfaatkan warga untuk dijadikan urukan guna membangun rumah atau bangunan toko.

Setelah dilakukan verifikasi lapangan pada hari Rabu, Dinas LH bersama Sudin LH Jakarta Utara dan unsur Kelurahan Marunda ditemukan ada oknum masyarakat yang menjadi perantara untuk penyediaan SBE tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anies Belum Tahu Ada Isu Pemutihan Biaya Sewa Rusun Marunda

Anies Belum Tahu Ada Isu Pemutihan Biaya Sewa Rusun Marunda

News | Selasa, 03 April 2018 | 22:34 WIB

Ahok Tantang Berapa Lama Warga Rawajati Bertahan di Emperan

Ahok Tantang Berapa Lama Warga Rawajati Bertahan di Emperan

News | Jum'at, 02 September 2016 | 10:22 WIB

Meski Diminta KPUD DKI, Ahok 'Keukeuh' Terus Pindahkan Warga

Meski Diminta KPUD DKI, Ahok 'Keukeuh' Terus Pindahkan Warga

News | Kamis, 01 September 2016 | 13:18 WIB

Bekas Pemukiman Warga Rawajati akan Disulap Jadi Taman Indah

Bekas Pemukiman Warga Rawajati akan Disulap Jadi Taman Indah

News | Kamis, 01 September 2016 | 12:54 WIB

Warga Rawajati Dipastikan Dapat Fasilitas Berwirausaha

Warga Rawajati Dipastikan Dapat Fasilitas Berwirausaha

News | Kamis, 01 September 2016 | 12:11 WIB

Terkini

Bantah Peras Pengusaha di Kasus Jiwasraya, Febrie Adriansyah Minta Bebas dari Penjara

Bantah Peras Pengusaha di Kasus Jiwasraya, Febrie Adriansyah Minta Bebas dari Penjara

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Pakai Minibus Modifikasi, Aksi Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Terbongkar

Pakai Minibus Modifikasi, Aksi Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Terbongkar

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah

Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Cerita WNI Kapten Kapal MT Honour 25 Disandera Perompak Somalia: Jangan Tembak, Saya Muslim

Cerita WNI Kapten Kapal MT Honour 25 Disandera Perompak Somalia: Jangan Tembak, Saya Muslim

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Febrie Gugat Dakwaan Jaksa, Pertanyakan Kaitan Peran Ferry dengan Dugaan Pemerasan Rp55 Miliar

Febrie Gugat Dakwaan Jaksa, Pertanyakan Kaitan Peran Ferry dengan Dugaan Pemerasan Rp55 Miliar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Jamuan Panas di Bandung, Persib Incar Rekor Start Sempurna Kontra Cong Viettel FC

Jamuan Panas di Bandung, Persib Incar Rekor Start Sempurna Kontra Cong Viettel FC

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:38 WIB

5 Cara Mengetahui Tipe Kulit Wajah Sendiri di Rumah agar Tak Salah Pilih Skincare

5 Cara Mengetahui Tipe Kulit Wajah Sendiri di Rumah agar Tak Salah Pilih Skincare

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Yamaha Jadi Pemasok Tunggal Mesin Moto3 Mulai 2028

Yamaha Jadi Pemasok Tunggal Mesin Moto3 Mulai 2028

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Wajah Baru Jalan Burung-Burung ke Bili-Bili Gowa, Kini Lebih Cantik dan Penuh Warna

Wajah Baru Jalan Burung-Burung ke Bili-Bili Gowa, Kini Lebih Cantik dan Penuh Warna

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Usut 3 Laporan Baru Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Keterangan Saksi

Usut 3 Laporan Baru Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Keterangan Saksi

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×