Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB45), Jaleswari Pramodhawardani. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Kepala LAB45 Jaleswari Pramodhawardani memperingatkan ancaman militerisasi terselubung di ruang publik melalui regulasi administratif pada Sabtu, 30 Mei 2026.
  • Pemerintah daerah sering mengandalkan TNI untuk urusan sipil demi efisiensi, sehingga mengikis supremasi sipil dan objektivitas tata kelola pemerintahan.
  • Penetrasi militer yang meluas ke sektor ekonomi dan pembangunan dinilai menyimpang dari mandat konstitusi sebagai alat pertahanan negara.

Suara.com - Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB45), Jaleswari Pramodhawardani, mengingatkan publik mengenai ancaman serius berupa militerisasi terselubung yang kini terus merambah ruang publik.

Fenomena ini dinilai berbahaya karena tidak lagi menggunakan pola-pola kekerasan lama. Melainkan menyusup melalui argumentasi efisiensi formal dan regulasi administratif yang tampak masuk akal namun mengikis supremasi sipil.

Jaleswari menegaskan bahwa perluasan peran militer saat ini tidak tepat jika disebut sebagai pengulangan pola masa lalu atau remiliterisasi.

Menurutnya, akar masalah dari era reformasi yang belum tuntas dicabut membuat praktik militerisasi ini justru kembali tumbuh subur dan meluas dengan metode yang jauh lebih halus.

"Menurut saya adalah militerisasi. Jadi bukan re-militerisasi karena ketika reformasi kita belum selesai itu, kita belum mencabut akarnya," kata Jaleswari, di dalam forum Konferensi Republik di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026).

Lebih lanjut, Jaleswari menyoroti bagaimana pemerintah daerah kerap terjebak oleh kepraktisan dan mengandalkan militer untuk mengatasi urusan domestik sipil.

Kedisiplinan dan efisiensi biaya yang melekat pada institusi TNI sering kali dijadikan pembenaran oleh pemda guna mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.

"Pemerintah daerah biasanya langsung bilang, 'udah, panggil TNI aja beres,' tetapi ini adalah godaan yang justru menghilangkan objektivitas laik selama ini kita lakukan atau sipil objektif itu menjadi luruh," ujarnya.

Ia memaparkan perubahan strategi dalam perluasan pengaruh militer di ranah sipil saat ini.

baca juga
Ilustrasi TNI. [Ist]
Ilustrasi TNI. [Ist]

Penetrasi disebut tidak lagi melibatkan kontak represif, melainkan bergerak melalui keputusan eksekutif yang sering kali menutup ruang partisipasi publik maupun pengawasan parlemen seperti DPR.

"Sekarang ini TNI menyebar dan berada di ruang publik itu bukan melalui cara-cara yang kekerasan. Tapi cara-cara yang halus, yang sopan, yang administratif," ungkapnya.

Selain jalur regulasi administratif, Jaleswari bilang bahwa keterlibatan langsung TNI di sektor-sektor perekonomian rakyat maupun pembentukan unit teritorial baru telah menyimpang jauh dari esensi dasarnya.

Berdasarkan mandat tertinggi hukum negara, militer murni diposisikan sebagai garda pertahanan. Bukan sebagai instrumen pembangunan ataupun pemerintahan sipil.

"Itu jauh sekali dari mandat konstitusinya sebagai alat pertahanan. Dan doktrin pemerintahan maupun pembangunan itu nggak ada dalam dalam konstitusi kita," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat

Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:38 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:37 WIB

'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:23 WIB

Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?

Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:55 WIB

Terkini

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

News | Minggu, 01 November 2026 | 14:05 WIB

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:00 WIB

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 13:59 WIB

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 13:58 WIB

Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang

Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:56 WIB

×