Kubu Prabowo Sebut Jokowi Bohong Tidak Gunakan Biaya Politik

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 19 Januari 2019 | 04:15 WIB
Kubu Prabowo Sebut Jokowi Bohong Tidak Gunakan Biaya Politik
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Nicholay Aprilindo, membantah pernyataan Capres nomor ururt 01 Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut tidak menggunakan biaya politik untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu.

Nicholay mengungkapkan ucapan Jokowi yang keluar pada saat debat perdana capres - cawapres, Kamis (17/1/2019) malam tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam perjalanan Jokowi dari Wali Kota Solo hingga berhasil menjadi nomor orang satu di DKI Jakarta ternyata ada sosok adik dari Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.

Nicholay yang merupakan teman dari Jokowi menceritakan kisah awal pada 2008. Jokowi memintanya untuk dipertemukan dengan Hashim. Karena melihat sosok Jokowi yang sederhana, Nicholay mengundang Hashim datang ke Loji Gandrung, kantor wali kota Solo untuk menemui Jokowi.

"Dalam pembicaraan Jokowi memaparkan keberhasilan di Solo, memindahkan pasar tanpa Satpol PP dengan manusiawi, memakai tumpengan dan sebagainya," kata Nicholay di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2019).

Hashim yang berjiwa sosial tinggi, kata Nicholay, langsung tertarik dengan hasil-hasil kinerja Jokowi yang saat itu menjadi Wali Kota Solo. Pada kesempatan itu, Jokowi sempat mengutarakan keinginannya menjadi Gubernur.

Saat itu Hashim melihat potensi Jokowi yang bisa menjadi Gubernur Jawa Tengah, namun Jokowi malah ingin menjadi Gubernur DKI Jakarta. Nicholay sebagi teman Jokowi sempat meyakinkan Hashim kalau sosok Jokowi bisa dibawa di Jakarta.

"Waktu itu untuk mengalahkan Foke (Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012). Nah akhirnya pak Hashim sangat setuju sehingga pak Hashim mempersiapkan segala sesuatu untuk jokowi masuk Jakarta," ujarnya.

Perjalanan Jokowi masuk ke Pilkada DKI Jakarta tidaklah mulus. Pasalnya, saat itu Gerindra harus mengajak partai lain agar bisa berpartisipasi dalam Pilkada. Gerindra sempat menawarkannya kepada PDIP saat itu, namun ditolak oleh Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri karena lebih memilih mengusung Foke.

Karena ingin meloloskan Jokowi, Hashim sampai harus meminta bantuan kepada Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra untuk melobi Megawati. Lobi itu pun membuahkan hasil. Kerja Gerindra dimulai dari titik ini dengan segala pembiayaan yang dipenuhi oleh Hashim.

"Akhirnya semua pembiayaan dilakukan oleh pak Hashim. Nah, satu lagi yang perlu kalian catat adalah ketika pak Hashim mengajukan Jokowi, pak Prabowo mengajukan Ahok. Dipasangkan dengan Jokowi," tuturnya.

Saat itu Hashim sempat menolak Jokowi dipasangkan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dibawa oleh Prabowo lantaran Ahok pernah menghinanya. Di sini Prabowo bekerja keras untuk meyakini Hashim kalau Ahok pantas mendampingi Jokowi di Pilkada DKI 2012.

"Baik Ahok maupun pak Jokowi tidak didukung oleh pengusaha manapun, murni dari pak Hashim dari kantong pak Hashim sendiri," ujarnya.

Karena itu Nicholay menegaskan kalau Jokowi berbohong dengan menyebut tidak ada biaya politik di balik perjalannya menjadi kepala daerah. Bahkan Nicholay berani mengungkapkan kalau biaya politik yang dihabiskan Hashim demi kemenangan Jokowi mencapai ratusan miliar.

Nicholay malah kecewa melihat Jokowi tidak menunjukan rasa terima kasihnya kepada Hashim karena telah diberikan jalan hingga bantuan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Selain itu, kata Nicholay, Hashim kecewa dengan Jokowi karena telah berbohong saat ditanya soal isu maju sebagai presiden ketika masih menjabat sebagai Gubernur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sudirman Said Kritik Prabowo Tak Tampil Menyerang di Debat Pertama

Sudirman Said Kritik Prabowo Tak Tampil Menyerang di Debat Pertama

News | Jum'at, 18 Januari 2019 | 21:43 WIB

Debat Capres, HRWG: Penuntasan Kasus HAM Cuma Jadi Komoditas Politik

Debat Capres, HRWG: Penuntasan Kasus HAM Cuma Jadi Komoditas Politik

News | Jum'at, 18 Januari 2019 | 21:39 WIB

Tanah Abang Alami Kemunduran, Anies Diminta Belajar dari Jokowi dan Ahok

Tanah Abang Alami Kemunduran, Anies Diminta Belajar dari Jokowi dan Ahok

News | Jum'at, 18 Januari 2019 | 21:24 WIB

Kubu Prabowo: Jangan Cuma Abu Bakar Baasyir, Ulama Lain Juga Bebaskan

Kubu Prabowo: Jangan Cuma Abu Bakar Baasyir, Ulama Lain Juga Bebaskan

News | Jum'at, 18 Januari 2019 | 21:13 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB