Jokowi - Ma'ruf Amin Klaim Rebut Suara Lawan di Sukabumi

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 20 Januari 2019 | 16:30 WIB
Jokowi - Ma'ruf Amin Klaim Rebut Suara Lawan di Sukabumi
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi - Maruf Amin mengklaim elektabilitasnya di Jawa Barat naik. Jokowi - Maruf Amin mengklaim banyak didukung oleh kepala daerah.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi - Maruf Amin Hasto Kristiyanto mencatat terakhir kali kepala daerah yang mendukung adalah bupati Cirebon.

"Jabar menunjukkan tren naik karena tokoh-tokoh di Jabar memberikan dukungan kepada Pak Jokowi. Terakhir Bupati Cirebon memberikan dukungan kepada kami," ujar Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto di sela Safari Kebangsaan V di Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Para kepala daerah merasakan kepemimpinan Jokowi yang programnya tidak membeda-bedakan partai politik kepala daerah. Sukabumi yang sebelumnya merupakan basis kekuatan kubu lain, disebutnya mulai mendukung Jokowi - Maruf Amin yang membangun infrastruktur dan membagikan KIS dan KIP.

Apabila Jokowi hanya pertimbangkan elektoral, tutur dia, Indonesia Timur tidak akan maju dan tidak dibangun infrastrukturnya.

"Pak Jokowi menempatkan upaya mengatasi ketidakadilan sebagai skala prioritas. Dengan demikian wajar kepala daerah memberikan dukungan kepada Pak Jokowi," ucap dia.

Ada pun kepala daerah di Jawa Barat yang mendukung pasangan nomor urut 01 di antaranya yakni wali kota Banjar, bupati Kuningan, bupati dan wali kota Cirebon, bupati Indramayu, bupati Subang, bupati Purwakarta, bupati dan wali kota Bekasi, bupati Bogor, bupati Ciamis serta bupati Pangandaran.

Dalam survei yang dilakukan lembaga Indopolling Network di wilayah Jawa Barat selama 9-15 Oktober 2018, pasangan Jokowi - Maruf Amin unggul tipis dari kompetitornya Prabowo - Sandiaga. Jokowi - Maruf Amin memeroleh 27 persen suara sementara Prabowo - Sandiaga memeroleh 21,4 persen suara. Keunggulan Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat ini menarik perhatian, lantaran pada Pilpres 2014 perolehan suara Jokowi kalah oleh Prabowo di Provinsi tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pak Jokowi, 51 Terpidana Mati Tunggu Belas Kasihan Anda

Pak Jokowi, 51 Terpidana Mati Tunggu Belas Kasihan Anda

News | Minggu, 20 Januari 2019 | 16:12 WIB

Kata PDIP Soal Jokowi Dicurigai Bebaskan Abu Bakar Baasyir karena Pilpres

Kata PDIP Soal Jokowi Dicurigai Bebaskan Abu Bakar Baasyir karena Pilpres

News | Minggu, 20 Januari 2019 | 15:35 WIB

Setelah Ba'asyir, Jokowi Diminta Adil Bebaskan Terpidana Mati Sudah Tua

Setelah Ba'asyir, Jokowi Diminta Adil Bebaskan Terpidana Mati Sudah Tua

News | Minggu, 20 Januari 2019 | 14:17 WIB

Ma'ruf Amin Bersyukur Jokowi Bebaskan Terpidana Teroris Abu Bakar Ba'asyir

Ma'ruf Amin Bersyukur Jokowi Bebaskan Terpidana Teroris Abu Bakar Ba'asyir

News | Minggu, 20 Januari 2019 | 13:48 WIB

Terkini

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:34 WIB

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:28 WIB