Bule Nekat ke Gunung Anak Krakatau Diduga Masuk dari Pulau Sabesi

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 22 Januari 2019 | 15:27 WIB
Bule Nekat ke Gunung Anak Krakatau Diduga Masuk dari Pulau Sabesi
Bule nekat mendaki Gunung Anak Krakatau. (Instagram)

Suara.com - Warga Negara Asing (WNA) atau bule nekat ke Gunung Anak Krakatau diduga masuk dari kawasan Wisata Anyer atau Carita di Pandeglang, Banten. Mereka naik perahu dari Carita ke Pulau Sabesi.

Umar, salah satu tour guide Gunung Anak Krakatau mengatakan untuk saat ini wisatawan yang masuk Gunung Anak Krakatau sulit terdeteksi.

“Ada dua alternatif (pemberangkatan menuju GAK), ada yang dari Lampung atau dari Anyer-Carita. Biasanya kalau kayak begitu dari Anyer - Carita, kalau dari Lampung terdeteksi dengan kita perahu boatnya,” ujarnya dihubungi wartawan, Selasa (22/1/2019).

Dia juga mengaku melihat ada kapal boat keluar dari Pulau Sabesi.

“Memang kemarin saya lihat itu ada boat keluar dari Pulau Sebesi sekitar tanggal 17-18 Januari, saya lihat kok ada boat apakah dari Krakatau? Kayaknya bukan hanya bule itu aja sih yang sudah menginjakkan kaki di situ. Soalnya itu (pemberangkatan) dari Carita, mungkin baru ketahuan bule itu aja yang menginjakkan kaki di sana,” terangnya.

Sejak ada tsunami memang pendapatan para guide menurun drastis. Apalagi saat ini status Gunung Anak Krakatau belum juga dicabut. Sehingga dimungkinkan ada guide nakal yang tidak mengindahkan instruksi pemerintah. Dimana ada larangan mendekati Gunung Anak Krakatau radius 5 kilometer.

“Nggak mungkin bule itu menginjakkan kaki ke Gunung Anak Krakatau kalau nggak ada yang nge-guide-in, mungkin guide-nya juga nggak asal. Pastinya takut dengan selebaran dari Badan Geologi. Makanya mencari guide yang nyelonong,” ucapnya.

Dia berharap pemerintah bisa segera menurunkan level status Gunung Anak Krakatau sehingga para guide bisa mencari nafkah tanpa harus kucing-kucingan dengan aparat.

“Sekarang guide-guide wisata Gunung Anak Krakatau sangat menjerit. Menurut saya Gunung Anak Krakatau itu memang sudah aman kok, tapi kenapa dari pemerintah belum menurunkan statusnya,” ujarnya.

baca juga

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh, Serombongan Bule Nekat Mendaki Gunung Anak Krakatau

Heboh, Serombongan Bule Nekat Mendaki Gunung Anak Krakatau

News | Selasa, 22 Januari 2019 | 09:49 WIB

BMKG Akui Masih Ada Potensi Tsunami di Selat Sunda

BMKG Akui Masih Ada Potensi Tsunami di Selat Sunda

Tekno | Sabtu, 12 Januari 2019 | 20:31 WIB

Selat Sunda 11 Kali Diguncang Gempa Hari Ini, Tak Picu Tsunami

Selat Sunda 11 Kali Diguncang Gempa Hari Ini, Tak Picu Tsunami

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 20:13 WIB

Mengapa Anak Krakatau Masih Berbahaya?

Mengapa Anak Krakatau Masih Berbahaya?

Tekno | Rabu, 09 Januari 2019 | 19:56 WIB

Terus Aktif, Gunung Anak Krakatau Alami 13 Kali Letusan

Terus Aktif, Gunung Anak Krakatau Alami 13 Kali Letusan

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 07:18 WIB

Terkini

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×