Tabloid Indonesia Barokah Gagal Rebut Pemilih Prabowo - Sandiaga

Dwi Bowo Raharjo, Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 30 Januari 2019 | 16:59 WIB
Tabloid Indonesia Barokah Gagal Rebut Pemilih Prabowo - Sandiaga
Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim menunjukan tabloid Indonesia Barokah yang berhasil diamankan dari sebuah masjid di Kantor Bawaslu Kota Tangerang, Banten, Kamis (24/1/2019). [Antara/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Peredaran Tabloid Indonesia Barokah disebut-sebut bertujuan untuk menarik suara pemilih dan meningkatkan elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Maruf. Namun, pada kenyataannya keberadaan Tabloid Indonesia Barokah tidak mampu mengubah idealisme para pemilih capres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga.

Direktur New Media Watch Agus Sudibyo mengatakan, penyebarluasan Tabloid Indonesia Barokah di masjid dinilai tidak efektif untuk mengubah idealisme pemilih yang telah menentukan pilihannya kepada Prabowo - Sandi. Sebab, target sebaran masjid mayoritas diisi oleh pemilih religius yang setia dan sulit diubah pilihan politiknya dengan cara yang instan.

"Apakah kampanye seperti ini membuat pemilih Prabowo goyah terhadap pilihannya? Saya tidak cukup yakin, karena pemilih loyal tidak bisa diubah dengan cara-cara yang instan," kata Agus dalam diskusi publik 'Tabloid Indonesia Barokah: Karya Jurnalistik atau Kumpulan Opini?' di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Menurut Agus, bila sasaran peredaran tabloid adalah masjid, mayoritas diisi oleh para pemilih religius yang sudah menetapkan pilihannya. Kebanyakan mereka telah menentukan pilihannya kepada Prabowo - Sandiaga.

"Pemilih religius adalah pemilih yang ideologis. Saya tidak yakin ini bisa mempengaruhi pemilih loyalis Prabowo untuk berubah," imbuh Agus.

Agus menjelaskan, dalam teori sosial media peredaran tabloid ini menimbulkan filter bubble effect. Hal ini membuat pemilih Prabowo semakin setia dan yakin dengan pilihannya. Begitu juga dengan para pemilih Jokowi, mereka semakin setia dan tetap akan memilih Jokowi.

"Jadi pemilih Jokowi semakin Jokowi, Prabowo semakin Prabowo. Pendukung Prabowo tidak bisa dipengaruhi dengan ini," ungkap Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

LSI Denny JA: Jokowi Kalahkan Prabowo di Debat Pilpres 2019 Sesi Pertama

LSI Denny JA: Jokowi Kalahkan Prabowo di Debat Pilpres 2019 Sesi Pertama

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 16:01 WIB

Elektabilitas PKS Tak Terbantu dari Efek Ekor Jas Prabowo - Sandiaga

Elektabilitas PKS Tak Terbantu dari Efek Ekor Jas Prabowo - Sandiaga

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 15:39 WIB

Ini Wajah Penyebar Tabloid Pembawa Pesan

Ini Wajah Penyebar Tabloid Pembawa Pesan

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 15:16 WIB

Tabloid Indonesia Barokah Disebut Jadi Alat Pengecoh Jelang Pilpres 2019

Tabloid Indonesia Barokah Disebut Jadi Alat Pengecoh Jelang Pilpres 2019

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 14:59 WIB

Terkini

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

×