Disebut Partisan, Hanafi Rais Ogah Tanggapi Survei Debat Rilisan LSI

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 31 Januari 2019 | 18:05 WIB
Disebut Partisan, Hanafi Rais Ogah Tanggapi Survei Debat Rilisan LSI
Sekretaris BPN Prabowo-Subianto Hanafi Rais. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Sekretaris Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Hanafi Rais menuding Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merupakan lembaga survei partisan dari salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Atas dasar itu, Hanafi ogah mengomentari hasil survei LSI yang menyebutkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin lebih unggul ketimbang Prabowo - Sandiaga dalam debat perdana Pilpres 2019.

"Kalau yang ditanyakan lembaga survei yang lain saya bisa komentar, tapi kalau lembaga survei yang semacam itu yang sudah menjadi sangat partisan," kata Hanafi di gedung DPR RI,  Rabu (31/1/2019).

Berkaitan dengan hasil survei, Hanafi mengungkapkan kabar menyenangkan dari BPN Prabowo - Sandiaga. Berdasarkan hasil survei internal, sejak awal tahun 2019 elektabilitas Prabowo - Sandiaga memberikan angin segar hingga menjelang Pilpres 2019 yang akan diselenggarakan pada April mendatang.

Angin segar itu tidak terlepas dari hasil survei internal pasca debat pertama capres - cawapres diselenggarakan. Hanafi mengklaim debat pertama itu cenderung merangsang elektabilitas Prabowo - Sandiaga.

"Kita survei dari dunia sosial media dan secara umum dan semuanya sangat bagus, signifikan, secara survei diantara masyarakat, populasi itu juga punya dampak yang sangat bagus," pungkasnya.

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo - Sadiaga Uno di debat pertama Pilpres 2019. Dari rilis tersebut, Jokowi - Ma'ruf Amin disebut unggul pada lima dimensi.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menuturkan ada enam dimensi yang diukur terhadap kedua paslon saat debat, yakni dimensi kemampuan komunikasi, penguasaan materi, program kerja, penguasaan permasalahan terkait tema debat, serta kekompakan dan saling melengkapi. Dari enam dimensi tersebut, pasangan Prabowo - Sadiaga Uno hanya unggul pada dimensi kekompakan dan saling melengkapi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Kalah Versi LSI Denny JA, Timses Tak Terganggu dengan Hasil Survei

Prabowo Kalah Versi LSI Denny JA, Timses Tak Terganggu dengan Hasil Survei

News | Kamis, 31 Januari 2019 | 17:39 WIB

Tanggapi Pidato Ketum PBNU, Hanafi Rais: Dalilnya Mana?

Tanggapi Pidato Ketum PBNU, Hanafi Rais: Dalilnya Mana?

News | Selasa, 29 Januari 2019 | 01:05 WIB

Survei LSI: Seperempat Pemilih Indonesia Suka Reuni Akbar 212

Survei LSI: Seperempat Pemilih Indonesia Suka Reuni Akbar 212

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 14:50 WIB

Tak Puas Hasil Survei LSI, Kubu Jokowi akan Tingkatkan Elektabilitas

Tak Puas Hasil Survei LSI, Kubu Jokowi akan Tingkatkan Elektabilitas

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 15:59 WIB

Andalkan Sensasi, Tak Ada Lonjakan Elektabilitas Jokowi dan Prabowo

Andalkan Sensasi, Tak Ada Lonjakan Elektabilitas Jokowi dan Prabowo

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 21:13 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB