Dikira Mau Selfie di Jembatan, Ternyata Santoso Terjun ke Sungai Brantas

Agung Sandy Lesmana
Dikira Mau Selfie di Jembatan, Ternyata Santoso Terjun ke Sungai Brantas
Penampakan Sungai Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. (Beritajatim.com)

Bahkan tak sedikit warga yang berbondong-bondong memadati lokasi kejadian untuk melihat kebenaran terkait aksi nekat Santoso bunuh diri.

Suara.com - Aksi lelaki bernama Santoso (43) warga Keluarahan Mindi membuat heboh warga dan pengendara lantaran kedapatan bunuh diri dengan cara terjun ke Sungai Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (3/2/2019). Awalnya, pengendara mengira alasan Santoso menepikan sepeda motornya ke pinggir jalan untuk berswafoto di atas jembatan.

Aksi nekat warga asal Desa Gelang, Kecamatan Tulangan pun mengundang perhatian warga. Bahkan tak sedikit warga yang berbondong-bondong memadati lokasi kejadian untuk melihat kebenaran terkait aksi nekat Santoso bunuh diri.

Seorang warga bernama Ikwan Nur Salim (33) mengatakan, semula ia melintasi Jalan Arteri Porong dari arah utara Surabaya. Kebetulan sempat berpapasan dengan Santoso. Korban kemudian mendahuluinya. Saat itu jaraknya cukup jauh, kurang lebih antara 100 meter-200 meter.

Terlihat dari jauh, korban bersama sepeda motornya berhenti di tengah-tengah atas jembatan.

"Saya kira selfie, begitu saya berada di atas jembatan. Tiba-tiba Santoso ini, terjun dari atas jembatan ke sungai," kata Ikwan seperti diwartakan Beritajatim.com

Kanit Reskrim Polsek Porong, Ipda Sulasno mengatakan, masih menyelidiki kasus ini. Upaya pencarian terhadap Santoso masih terus dilakukan. Soal kesaksian ada yang mengetahui korban di atas jembatan, masih dalam penyelidikan.

"Kami belum bisa memastikan serta menyimpulkan, apa orang tersebut benar-benar karena bunuh diri atau tidak. Sebab kami masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan beberapa saksi dan keluarga korban," kata dia.

Istri Santoso, Nur mengatakan suaminya itu terakhir kali terlihat ke luar rumah usai melaksanakan salat. Santoso pun ketika itu berpamitan kepada istrinya dan keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor.

"Sebelum keluar rumah sekitar pukul 08.00 WIB, bapak (korban) menunaikan salat. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, pamit keluar rumah dengan mengendarai motor bebek Yamaha Mio warna hijau Nopol W 5454 SA. Setelah itu, saya tidak tahu perginya bapak kemana?” kata Nur menceritakan awal kejadian tersebut.

Beberapa menit ada seorang laki-laki tidak diketahui namanya, menghubungi Nur melalui telepon seluler milik sang suami (Santoso). Memberitahukan bahwa Santoso jatuh ke Kali Porong.

"Spotan kedua anaknya Bram (19), Nadri (16), dan saya langsung bergegas menuju ke Dusun Kluweh, Desa Kebonagung, untuk menyatakan kebenarannya," ujarnya.

Nur menyatakan, sebelum kejadian, di keluarganya tidak ada permasalahan. Sang suami juga tidak menunjukkan adanya keanehan. Semuanya baik-baik saja. “Saya berharap bapak segera ditemukan selamat," kata Nur.

Sumber: Beritajatim.com

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS