Agum Gumelar: Kalau Tak Suka Pemerintah Jangan Dukung Gerakan Radikal

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Selasa, 05 Februari 2019 | 19:41 WIB
Agum Gumelar: Kalau Tak Suka Pemerintah Jangan Dukung Gerakan Radikal
Ketua Pepabri, Letjen TNI Purn Agum Gumelar. [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menegaskan sikap Pepabri sebagai organisasi netral di Pilpres 2019. Namun, sebagai individu anggota purnawirawan memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya.

Agum menuturkan perbedaan pandangan politik itu biasa. Hanya saja, kata Agum jangan sampai perbedaan tersebut lantas menimbulkan perpecahan.

"Penekanan saya adalah perbedaan memilih ini sifatnya sementara. Perbedaan memilih ini harus berakhir dan akan berakhir ketika Pilpres berakhir. Begitu Pilpres berakhir tidak ada lagi perbedaan. Hormati apapun yang menjadi keputusan demokrasi. Itu lah dewasa dalam berdemokrasi," tutur Agum usai menghadiri acara deklarasi putra-putri Bravo Cijantung untuk Jokowi - Ma'ruf Amin di Rumpun Bambu Restoran, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (5/2/2019).

Terkait hal itu, Agum mengatakan sebagai negara demokrasi adanya pro dan kontra terhadap pemerintah itu sudah menjadi hal yang lazim. Namun, Agum mengimbau bagi pihak-pihak yang tidak suka dengan pemerintahan Jokowi tidak lantas mendukung gerakan radikal.

"Tapi jangan ketidaksukaan itu dengan mendukung gerakan radikal. Itu keliru besar. Kalau tidak suka dengan pemerintah ada alirannya, 17 April nanti. Tetapi ikuti taati aturan setiap etika norma demorkasi. Tidak bisa menghalalkan segala cara," ujarnya.

Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menilai bahwa mendukung gerakan radikal adalah kesalahan besar. Pasalnya, kata Agum, NKRI dan Pancasila dibangun dari hasil jerih payah, keringat dan darah dari para pejuang.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Jadi kalau ada yang berusaha mengganggu, mengganti NKRI, mengganti Pancasila kita tidak boleh bersikap diam. Kita harus bela," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ma'ruf Amin: Ada yang Sebut Saya Alat dan Pacul untuk Digunakan Jokowi

Ma'ruf Amin: Ada yang Sebut Saya Alat dan Pacul untuk Digunakan Jokowi

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 19:27 WIB

Dukung Jokowi, Agum Gumelar: Tak Benar Jika Kopassus Identik dengan Prabowo

Dukung Jokowi, Agum Gumelar: Tak Benar Jika Kopassus Identik dengan Prabowo

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 17:41 WIB

Prabowo - Sandiaga dan Timses akan Berkumpul Dekat Rumah Jokowi, Ada Apa?

Prabowo - Sandiaga dan Timses akan Berkumpul Dekat Rumah Jokowi, Ada Apa?

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 07:40 WIB

Dituduh Penyebar Hoaks, Kubu Prabowo: Yang Nuduh Itu Produsen Hoaks

Dituduh Penyebar Hoaks, Kubu Prabowo: Yang Nuduh Itu Produsen Hoaks

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 06:01 WIB

Bantah Soal Propaganda Rusia, Sandiaga Minta Jokowi Berhenti Menyerang

Bantah Soal Propaganda Rusia, Sandiaga Minta Jokowi Berhenti Menyerang

News | Senin, 04 Februari 2019 | 23:35 WIB

Terkini

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:51 WIB

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 08:48 WIB

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:41 WIB

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:20 WIB

×