Data BPS: Defisit 1,16 miliar Dolar AS Januari 2019 Paling Dalam Sejak 2014

Pebriansyah Ariefana, Achmad Fauzi

Jum'at, 15 Februari 2019 | 12:38 WIB
Data BPS: Defisit 1,16 miliar Dolar AS Januari 2019 Paling Dalam Sejak 2014
Kepala BPS, Suhariyanto. (Suara.com/Fauzi)

Suara.com - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat neraca perdagangan pada Januari 2019 alami defisit 1,16 miliar dolar AS. ‎Defisit neraca perdagangan pada periode Januari tersebut paling dalam sejak 2014.

Data BPS memperlihatkan pada tahun 2014 bulan Januari neraca perdagangan mengalami defisit 0,44 miliar dolar AS. Kemudian, pada 2015-2017 mengalami surplus yang masing-masing sebesar 0,63 miliar dolar AS, 0,11 miliar dolar AS, dan 1,42 miliar dolar AS.

Selanjutnya, pada 2018 kembali alami defisit 0,76 miliar dolar AS. Dan pada Januari 2019 alami defisit 1,6 miliar dolar AS.

"Saya punya datanya sampai 2014, kalau ditanya ini (Januari) defisit yang paling besar," katanya di Kantor BPS Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Menurut Suhariyanto, defisit ini dikarenakan faktor global yang membuat harga komoditas yang anjlok. Padahal, ekspor beberapa komoditas ‎ekspornya mengalami kenaikan.

"Saya sampaikan tadi dari sisi volume beberapa komoditas kita masih bagus. Batu bara masih naik CPO naik tapi karena harganya turunnya jauh ini jadi tantangan besar buat CPO kita," jelas dia.

Selain itu, tutur Suhariyanto, komoditas Indonesia juga mengalami tekanan dengan adanya kampanye negatif di Eropa dan bea masuk tinggi. Sehingga, volume ekspor naik tidak jadi mendorong penguatan ekspor Januari 2019.

"‎Dan ini (harga) semua kalau kita lihat dari prediksi sampai Desember 2019 akan cenderung menurun. Belum lagi kalau nanti negara-negara tujuan utama misal China agak melambat. Bagaomana pun ketika dia (China) melambat permintaan ekspor dari Indonesia bisa turun kan," imbuhnya.

Maka dari itu, ‎Suhariyanto meminta kepada pemerintah untuk mengubah basis ekspor dari komoditas menjadi barang jadi. Pasalnya, Indonesia masih terpaku dengan basis ekspor komoditas.

baca juga

"‎Bagaimana itu diolah dulu mendapatkan nilai tambah sehingga tidak dipengaruhi harga komoditas. Kita sangat sadar ke sana dan sebetulnya pemerintah di bawah pak Menko sudah buat road map," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data BPS: Januari 2019 Indonesia Banyak Impor Bahan Kimia Hingga Perhiasan

Data BPS: Januari 2019 Indonesia Banyak Impor Bahan Kimia Hingga Perhiasan

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 11:29 WIB

Neraca Perdagangan Januari 2019 Kembali Alami Defisit 1,16 Miliar Dolar AS

Neraca Perdagangan Januari 2019 Kembali Alami Defisit 1,16 Miliar Dolar AS

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 11:06 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,17 Persen, Jokowi : Alhamdulillah Disyukuri

Ekonomi Tumbuh 5,17 Persen, Jokowi : Alhamdulillah Disyukuri

Bisnis | Kamis, 07 Februari 2019 | 16:26 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,17 Persen di Era Jokowi, Kepala BPS : Ini Luar Biasa

Ekonomi Tumbuh 5,17 Persen di Era Jokowi, Kepala BPS : Ini Luar Biasa

Bisnis | Rabu, 06 Februari 2019 | 14:58 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×