Yang Lawas nan Merindu, Berburu Kaset Pita di Jakarta

Reza Gunadha

Kamis, 28 Februari 2019 | 19:20 WIB
Yang Lawas nan Merindu, Berburu Kaset Pita di Jakarta
Pedagang menunggu pembeli di kios kaset pita bekas di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). [Antara News/Yogi Rachman]

Suara.com - Kaset pita pernah begitu populer di Indonesia pada era 1960an hingga 2000an. Namun, seiring berjalannya waktu, serta perkembangan teknologi digital, membuat keberadaannya tergusur oleh CD dan kekinian layanan musik streaming.

Meski demikian, ternyata masih ada penikmat musik yang mencari kaset pita dari musikus idolanya. Hal ini diakui oleh pedagang kaset pita bekas di kawasan Jalan Surabaya, Jakarta Pusat.

Di lokasi ini, para penikmat musik bisa mencari rilisan fisik album lagu mulai dari CD, piringan hitam, dan kaset pita. Ini juga yang membuat bisnis sejumlah pedagang di kawasan ini bisa tetap bertahan sampai sekarang.

 Taufik Hidayat, salah satu pedagang kaset pita bekas di Jalan Surabaya mengatakan minat masyarakat terhadap kaset pita masih tinggi. Dia mengakui bisa menjual hingga 10 kaset pita per hari.

"Pembeli yang datang ke sini kebanyakan anak muda, tapi juga ada yang dewasa. Biasanya mereka cari lagu dari band lama," ujarnya saat ditemui Antara, Kamis (28/2/2019).

Harga kaset pita bekas ini menurutnya beragam, mulai dari Rp 10.000 hingga ratusan ribu rupiah, tergantung dari kelangkaan album pada kaset pita.

Album musik band lawas, seperti Duo Kribo, SuperKid, hingga SAS Group misalnya bisa dijual dengan harga Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per kaset.

Perkembangan media sosial juga dimanfaatkannya untuk menjual kaset-kaset lagu secara online.

Pedagang kaset pita bekas lain di Jalan Surabaya, Rifai, mengatakan faktor nostalgia menjadi salah satu yang mendorong masyarakat untuk kembali membeli kaset pita bekas.

baca juga

 "Masih banyak yang membeli kaset pita. Selain untuk nostalgia, terkadang juga untuk koleksi," kata Rifai yang sudah tiga tahun berjualan di Jalan Surabaya.

Keinginan memiliki rilisan fisik dari album musisi idola ini juga yang mendorong Fikri (28) untuk mencari kaset-kaset pita.

Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta ini mengaku menemukan perbedaan saat mendengar lagu dari kaset pita dan digital.

"Menurut gue, beda aja gitu dengerin lagu di kaset sama digital. Kalau dengerin lagu di kaset, gue bisa lihat lirik, thanks to di cover. Unik aja sih. Bakal jadi harta karun juga," ucapnya.

Fikri mengakui, memiliki banyak koleksi kaset-kaset pita di rumahnya. Album musik dari band era 1990an menjadi incarannya saat berburu kaset pita.

 "Gue suka cari kaset Indonesia 1990an. Kebanyakan sih band-band atau penyanyi dari Potlot, kayak Slank, Kidnap Katrina, Boomerang, Flowers, Scope dan lainnya," jelas Fikri.

Album kaset band AC/DC di salah satu kios di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat [Antara News/Yogi Rachman]
Album kaset band AC/DC di salah satu kios di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat [Antara News/Yogi Rachman]

Kaset pita dan Efek Rumah Kaca

Meski sudah tidak banyak, namun beberapa musisi dalam negeri masih mengeluarkan rilisan fisik dalam format kaset pita, salah satunya adalah grup band indie Efek Rumah Kaca.

Grup yang kini beranggotakan Cholil Mahmud (vokal), Poppie Airil (bass), dan Akbar (drum) ini terakhir kali merilis kaset pita untuk album bertajuk "Purwaswara" pada tahun 2018 lalu.

"Memang dari kecil sampai remaja, Efek Rumah Kaca sudah dekat sekali dengan kaset. Kami juga mau coba semua medium, tak hanya rilis vinyl," kata Poppie Airil kepada Antara.

 Menurut Poppie, suara yang dihasilkan kaset pita memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan rilisan dalam format digital.

Dia juga mengatakan, merilis kaset pita pada zaman sekarang tidak terlalu sulit. Masih banyak vendor yang bisa memproduksi kaset pita berkualitas baik.

"Memang tidak sesulit itu ternyata. Lokananta saja masih berjalan, dia juga banyak tertolong karena pembuatan kaset," ungkapnya.

Bagi Efek Rumah Kaca dan musikus lain yang masih merilis album dalam bentuk kaset pita, hal itu untuk mengejar nilai eksklusifitas. Wajar kalau jumlah album dalam bentuk kaset pita yang dikeluarkan tidak terlalu banyak.

 "Kalau mediumnya kaset mereka memang kejar eksklusif. Untuk lebih massif bisa dari CD atau digital," terangnya.

 Namun hal ini juga yang menjadi "bumerang" bagi Efek Rumah Kaca. Akibat jumlah kaset pita yang dirilis sedikit, tapi peminatnya tinggi, sehingga menjadi celah bagi oknum dengan menjualnya kembali dengan harga tinggi dibandingkan pertama dirilis.

 "Kami sedikit menyesal bukan karena mengeluarkan kasetnya, tapi di pasarannya ada penimbunan dan ada yang jual dengan harga tinggi karena jumlahnya terbatas," ucapnya.

 Untuk menyiasati harga jual tinggi di pasaran, Efek Rumah Kaca secara berkala merilis ulang "Purwaswara" untuk para penggemar yang belum sempat memiliki album tersebut.

"Kami bikin ulang karena tahu kok harganya mahal banget. Kami bedakan dari desainnya di cover sedikit. Itu untuk menjaga supaya tidak mahal. Jadi kami selalu cetak kalau habis dicetak lagi. Sebenarnya untuk menjaga harganya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemeriahan HUT Mal Ciputra Jakarta Bertabur Hadiah dan Artis

Kemeriahan HUT Mal Ciputra Jakarta Bertabur Hadiah dan Artis

Press Release | Kamis, 28 Februari 2019 | 15:30 WIB

Anies Berharap 3 JPO Baru Bisa Jadi Ikon Ibu Kota Jakarta

Anies Berharap 3 JPO Baru Bisa Jadi Ikon Ibu Kota Jakarta

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 12:51 WIB

Anies: Ketimpangan Kesejahteraan di Jakarta Sudah Ekstrem

Anies: Ketimpangan Kesejahteraan di Jakarta Sudah Ekstrem

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 11:50 WIB

Aksi Siti Nurhaliza di Jakarta Sukses Obati Kerinduan

Aksi Siti Nurhaliza di Jakarta Sukses Obati Kerinduan

Entertainment | Jum'at, 22 Februari 2019 | 14:12 WIB

Terkini

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 22:39 WIB

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:45 WIB

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:42 WIB

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:11 WIB

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:42 WIB

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:06 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:27 WIB

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:48 WIB

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB