Kebakaran Hutan Riau, BPPT Kekurangan Pesawat untuk Hujan Buatan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Maret 2019 | 13:47 WIB
Kebakaran Hutan Riau, BPPT Kekurangan Pesawat untuk Hujan Buatan
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT Hammam Riza. (Antara)

Suara.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT kekurangan pesawat untuk membuat hujan buatan atau operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) kebakaran hutan. Pesawat untuk penyemai garam dalam operasi ini jumlahnya sangat terbatas.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT Hammam Riza mengatakan jika ada Karhutla di Sumatera dan di Kalimantan, maka akan sulit merancang hujan buatan secara serentak. Sumatera paling rawan terjadi Karhutla yang merugikan masyarakat dan juga pelaku usaha.

Tahun 2019 terjadi fenomena El Nino yang tidak bisa dianggap remeh, karena potensi Karhutla bisa lebih tinggi dibandingkan tiga tahun terakhir.

"Semoga dengan dukungan BNPB yang semakin erat ini, kami dapat dibantu untuk pengadaan armada pesawat hujan buatan," kata Hammam Riza pada peluncuran operasi TMC untuk Riau di Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (4/3/2019).

Operasi TMC ini sebenarnya dapat dilakukan lebih massif. Khususnya untuk dilaksanakan di beberapa wilayah Indonesia yang berpotensi besar terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Strategi pelaksanaan hujan buatan ini diusulkan Kepala BPPT, dapat juga difokuskan untuk membasahi (re-wetting) lahan gambut yang dinilai mempunyai tingkat kekeringan yang sudah perlu diwaspadai.

"Jadi, ya, kita tahu, mencegah lebih baik. Jika hujan buatan ini dilakukan di lahan gambut, maka kelembaban tanah pada area lahan gambut akan tetap terjaga, sehingga potensi terjadinya kebakaran di area lahan gambut juga semakin berkurang," katanya.

Karena itu, operasi TMC perlu dilakukan di daerah rawan kebakaran di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Karena itu, ia mengapresiasi inisiatif Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk antisipasi Karhutla sejak dini karena pengalaman bencana asap 2015, kebakaran laham gambut sulit dipadamkan dan menghasilkan polusi asap yang menimbulkan banyak kerugian.

Operasi TMC menggunakan satu pesawat Cassa 212 TNI AU. Pesawat ini bisa mengangkut garam hingga 800 kilogram sekali terbang. Operasi TMC ini membantu Satgas darat dan udara, yang hingga kini berjibaku melakukan pemadaman Karhutla.

baca juga

Tahap awal operasi TMC berlangsung selama bulan Februari sampai Maret. Sejak Februari sudah sekitar lima ton garam yang digunakan untuk menyemai awan di Bengkalis dan Dumai.

Untuk tahap selanjutnya akan fokus di Pelalawan dan Meranti. Ia mengatakan, pantauan satelit Terra/Aqua dan SNPP sejak 1 Januari hingga 27 Februari 2019 menunjukan total titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen di Riau jumlahnya mencapai sebanyak 293 titik.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan, luas Karhutla sudah lebih dari 1.300 hektare di Riau. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, puncak musim kemarau di Riau diprakirakan terjadi pada Juli sampai Agustus. Di Riau sendiri musim kemarau tidak terjadi serentak, di daerah pesisir sudah terjadi pada awal Juni sedangkan di daratan 10 hari kemudian.

"Artinya apa, itu (kemarau) tidak seragam akan berpengaruh pada pola sebaran hotspot Ia menambahkan dampak El Nino pada tahun ini lemah, jadi kemarau tak separah tahun 2015. Meski El Nino lemah, kita tidak boleh lengah," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atasi Kebakaran Gambut, BPBA Turunkan Alat Berat

Atasi Kebakaran Gambut, BPBA Turunkan Alat Berat

News | Senin, 04 Maret 2019 | 13:15 WIB

DPR Dorong Diplomasi Jerman Atasi Larangan Impor Minyak Kelapa Sawit

DPR Dorong Diplomasi Jerman Atasi Larangan Impor Minyak Kelapa Sawit

DPR | Kamis, 28 Februari 2019 | 14:54 WIB

Dikepung Asap Kebakaran Hutan, Satu SD di Riau Libur Mendadak

Dikepung Asap Kebakaran Hutan, Satu SD di Riau Libur Mendadak

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 13:10 WIB

Dampak Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan, Asma Hingga Cacat Janin

Dampak Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan, Asma Hingga Cacat Janin

Health | Selasa, 26 Februari 2019 | 09:12 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Tembus 1.136 Hektare

Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Tembus 1.136 Hektare

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 09:03 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×