Sebanyak 12.495 Keluarga di Jatim Terdampak Banjir

Chandra Iswinarno

Kamis, 07 Maret 2019 | 19:38 WIB
Sebanyak 12.495 Keluarga di Jatim Terdampak Banjir
Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3). [ANTARA FOTO/Siswowidodo]

Suara.com - Sedikitnya 12.495 keluarga yang ada di 15 Kabupaten Provinsi Jawa Timur terdampak banjir. Pernyataan tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (7/3/2019).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengemukakan, saat ini sebagian besar masyarakat yang terdampak banjir Jawa Timur mengungsi ke tempat yang aman.

"Data sementara, banjir menyebabkan lebih dari 12.495 KK terdampak dan sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Sutopo merinci, berdasar laporan Pusdalops BPBD Jatim, 15 kabupaten yang mengalami banjir meliputi Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan dan Blitar.

"Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten Madiun akibat meluapnya sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Madiun," ucapnya.

Ia juga menjelaskan sebanyak 39 desa, delapan kecamatan di Kabupaten Madiun terendam banjir sehingga menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir.

Selain itu, dua unit rumah rusak berat, 253 hektare sawah tergenang, tiga titik tanggul rusak, dua unit jembatan rusak, satu unit gorong-gorong rusak dan ribuan ternak terdampak.

Dikatakan Sutopo, banjir dengan ketinggian 50-100 centimeter, terjadi di Kabupaten Ngawi akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun yang merendam rumah warga sebanyak 4.490 KK di 18 desa di enam kecamatan.

Lalu, banjir di Kabupaten Nganjuk disebabkan luapan air Sungai Kuncir di Desa Sonopatik Berbek sehingga merendam jalan raya dan pemukiman warga di delapan dusun, tiga kelurahan, 12 desa, enam kecamatan dengan ketinggian 10-100 centimeter.

baca juga

"Sebanyak 456 KK terdampak banjir dan sampai saat ini pendataan serta penanganan darurat masih masih dilakukan," katanya.

Sedangkan, beberapa daerah yang menjadi perbatasan Surabaya yang merupakan Ibu Kota provinsi juga terjadi banjir, seperti Gresik dan Sidoarjo.

Di Gresik, banjir akibat luapan Kali Miru berdampak pada tiga kecamatan, yaitu Kedamaean, Driyorejo dan Dukun dengan ketinggian 20-100 centimeter hingga mengakibatkan 90 unit rumah tergenang.

Kemudian di Sidoarjo, banjir disebabkan luapan Sungai Avoer Krembung II sehingga berdampak pada rumah tergenang dan 498 KK di tiga desa terendam antara ketinggian 20-40 centimeter.

Sementara itu, di Kabupaten Probolinggo puting beliung dan banjir terjadi di Desa Tambak Rejo Kecamatan Tongas yang mengakibatkan seorang meninggal dunia dan seorang lainnya luka ringan.

Beberapa daerah lainnya, yaitu Kabupaten Magetan akibat meluapnya air sungai ke jalan dengan ketinggian air mencapai 125 centimeter, di Kabupaten Kediri karena luapan di Desa Gempolan Kecamatan Gurah menyebabkan SDN Gembolan 1 terendam air setinggi 30-50 centimeter.

Berikutnya di Kabupaten Bojonegoro akibat luapan air Sungai Pacal, banjir Kabupaten Tuban karena meluapnya Sungai (Kali Kening), banjir di Kabupaten Pacitan setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya air Sungai Grindulu di Kecamatan Arjosari, dan banjir di Kabupaten Trenggalek akibat luapan Sungai Ngasinan.

Daerah lainnya yakni banjir di Kabupaten Ponorogo di di wilayah Kecamatan Balong mengakibatan ruas jalan dan permukiman terendam, di Kabupaten Lamongan karena luapan Bengawan Solo, serta di Kabupeten Blitar akibat hujan deras hingga menyebabkan banjir, longsor dan pohon tumbang.

"BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Evakuasi, pemberian bantuan permakanan, pendirian tenda dan lainnya juga masih dilakukan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir, Jalur Penghubung Jateng dan Jawa Timur Lumpuh

Banjir, Jalur Penghubung Jateng dan Jawa Timur Lumpuh

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 17:47 WIB

Cerita Rugi Besar Pengusaha Fotocopy saat Jakarta Banjir, Rugi Rp 5 Juta

Cerita Rugi Besar Pengusaha Fotocopy saat Jakarta Banjir, Rugi Rp 5 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Maret 2019 | 15:13 WIB

Rumah Direndam Banjir, Remaja Perempuan Tewas Tersetrum di Bandung

Rumah Direndam Banjir, Remaja Perempuan Tewas Tersetrum di Bandung

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 14:49 WIB

Penjual Bensin Eceran Tutup Lapak dan Rugi Selama Banjir Dekat Kali Angke

Penjual Bensin Eceran Tutup Lapak dan Rugi Selama Banjir Dekat Kali Angke

Bisnis | Kamis, 07 Maret 2019 | 13:24 WIB

Banjir Terjang 35 Desa di Madiun, Ribuan Rumah Tergenang

Banjir Terjang 35 Desa di Madiun, Ribuan Rumah Tergenang

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 06:43 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×