Romahurmuziy Ditangkap, PSI Singgung Pidato Serangan ke Partai Nasionalis

Pebriansyah Ariefana, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:22 WIB
Romahurmuziy Ditangkap, PSI Singgung Pidato Serangan ke Partai Nasionalis
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia atau PSI menyinggung terkait pidato Ketua Umum PSI Grace Natalie mengenai korupsi beberapa hari lalu. Dalam pidatonya, PSI dianggap melakukan serangan terhadap partai lain se - koalisi.

Pernyataan itu disampaikan usai Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap KPK. Grace yang menyinggung terkait koruptor di tubuh partai politik kini terbukti adanya dengan ditangkapnya Romi, panggilan akrab Romahurmuziy, atas kasus suap.

“Ketua Umum parpol tertangkap OTT KPK? Beberapa hari lalu, kami sampaikan kritik mengenai gal tersebut di Medan. Kami dibilang tidak setia pada teman sekoalisi,” cuit akun resmi PSI @psi_id seperti dikutip Suara.com, Jumat (15/3/2019).

PSI menegaskan, partainya sangat memegang teguh kepentingan partai dan berkomitmen untuk tidak meloloskan koruptos sebagai calon anggota legislatif. PSI pun sangat mendukung kerja KPK dalam memberantas korupsi.

PSI soal penangkapan Romahurmuziy (Twitter)
PSI soal penangkapan Romahurmuziy (Twitter)

Satu-satunya kesetiaan yang akan kami pegang adalah kesetiaan kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Sebelumnya, PSI menggelar Festival 11 di Medan, Sumatera Utara pada Senin (11/3/20190. Dalam acara itu, Grace Natalie menyampaikan pidato politik dihadapan para kader PSI.

Dalam pidatonya, Grace sempat mempertanyakan sikap partai nasionalis yang meloloskan caleg koruptor. Menurut Grace, hal itu bertolak belakang dengan kepentingan rakyat yang seharusnya diperjuangkan oleh partai nasionalis.

Pidato politik Grace pun disebut telah menjadi duri dalam daging di tubuh koalisi Jokowi-Maruf. Sebab, dari sejumlah partai yang tergabung dalam koalisi, beberapa partai masih meloloskan caleg mantan koruptor.

Berikut potongan pidato Grace yang menyindir partai nasionalis.

baca juga

Kepada kawan-kawan sesama partai nasionalis saya ingin bertanya untuk apa kalian memasukkan koruptor sebagai calon anggota legislatif kalian?

Kenapa kalian partai nasionalis tidak menjatuhkan sanksi terhadap anggota kalian yang rutin bolos dan membuat ruang sidang DPR kosong melompong?

Kenapa kalian, saya sekali lagi sampaikan, kepentingan nasional macam apa yang sedang kalian perjuangkan saat ini? Dan itulah alasan kenapa PSI berdiri dan lahir hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Romahurmuziy Ditangkap KPK, Kepala Kanwil Kemenag Jatim 'Hilang'

Pasca Romahurmuziy Ditangkap KPK, Kepala Kanwil Kemenag Jatim 'Hilang'

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 14:45 WIB

TKN Jokowi: Penangkapan Romahurmuziy Tidak Terkait Pilpres 2019

TKN Jokowi: Penangkapan Romahurmuziy Tidak Terkait Pilpres 2019

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 14:28 WIB

Menolak Lupa, Kata Mutiara Romahurmuziy di Hari Anti Korupsi Bikin Heboh

Menolak Lupa, Kata Mutiara Romahurmuziy di Hari Anti Korupsi Bikin Heboh

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 13:45 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×