BPN Sepakat Usulan Rocky Gerung Soal Pemilu 2019 Diawasi Lembaga Asing

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
BPN Sepakat Usulan Rocky Gerung Soal Pemilu 2019 Diawasi Lembaga Asing
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon memenuhi panggilan Bawaslu DKI Jakarta, terkait dugaan pelanggaran kampanye dalam acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2) lalu. Namun, Fadli membantah dugaan tersebut. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Namun, menurutnya, usulan lembaga pemantau asing itu bukan berarti muncul krisis kepercayaan dari masyarakat terhadap lembaga-lembaga penyelenggara pemilu.

Suara.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Fadli Zon sepakat dengan pengamat Politik Rocky Gerung yang menginginkan adanya pelibatan pengawas pemilu internasional terkait pelaksanaan Pilpres 2019. Namun, menurutnya, usulan lembaga pemantau asing itu bukan berarti muncul krisis kepercayaan dari masyarakat terhadap lembaga-lembaga penyelenggara pemilu.

Fadli mengatakan bahwa keberadaan pengawas atau pengamat internasional bernilai penting dan biasa dilakukan di negara-negara demokrasi. Fadli mendukung apabila Komisi Pemilihan Umum (KPU) mau menghadirkan pengawas dari luar negeri.

"Insyaallah akan ada pengamat internasional. Bukan pengamat tapi dari parlemen internasional kalau dari DPR," kata Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Kamis (21/3/2019).

Dia pun menilai sangat wajar jika lembaga pemantau internasional dilibatkan untuk membantu KPU dan Bawaslu selama pelaksanaan pemilu dilaksanakan. Sebab, politikus Partai Gerindra itu menganggap

"Saya kira wajar mengundang dari lembaga-lembaga internasional atau dari parlemen atau dari negara lain," ujarnya.

"Sangat lumrah, sangat biasa kita juga sering diundang oleh negara-negara lain di dalam pemilu beberapa kali saya juga hadir juga di dalam pemilu di negara-negara lain," pungkasnya.

Sebelumnya, Rocky Gerung menilai kepercayaan masyarakat saat ini terhadap transparansi pelaksanaan Pemilu 2019 semakin menurun. Dia pun menganggap, tergerusnya kepercayaan masyarakat itu karena adanya dugaan praktik curang terkait pelaksanaan pemilu tersebut.

Melalui tulisan yang diunggahnya di akun Twitter pribadinya, @rockygerung pada Selasa (19/3/2019), dia pun menganggap sangat penting jika lembaga internasional bisa turut mengawasi jalannya pemilu di Indonesia, saat ini.

"Legitimasi Pemilu makin defisit. Gejala kecurangan makin kentara. Saya kira penting lembaga pemantau independen internasional ikut mengawasi. Demi transparansi demokrasi," kata Rocky.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS