Debat Keempat, Jokowi dan Prabowo Diminta Bendung Masalah Terorisme

Agung Sandy Lesmana
Debat Keempat, Jokowi dan Prabowo Diminta Bendung Masalah Terorisme
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Bahkan, kata dia masalah tersebut masih kerap disoroti negara-negara lain.

Suara.com - Ketua Departemen Ilmu Politik UI Julian Aldrin Pasha mengharapkan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan pesaingnya, Prabowo Subianto bisa memberikan pandangan yang menarik dalam debat keempat Pilpres terutama soal masalah sentimen agama dan pencegahan terorisme.

Menurutnya, sejauh ini pemerintah kurang optimal dalam membendung kelompok intoleran atau gerakan teroris yang belakangan kembali muncul. Bahkan, kata dia masalah tersebut masih kerap disoroti negara-negara lain.

"Adanya isu di Indonesia berkaitan dengan Islam dan teroris bisa dikelola dengan baik. Sehingga Indonesia yang diharapkan global memiliki peranan politik yang lebih baik dan memberikan kedamaian di kawasan Asia Tenggara ini," kata Julian Aldrin kepada Suara.com di UI, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019).

Julian juga mengharapkan, kedua kandidat yang bersaing di debat nanti bisa memaparkan solusi-solusi terbaik terutama masalah posisi Indonesia agar bisa dipandang negara-negara lain di Asia Tenggara. 

"Negara kita kan negara muslim terbesar di dunia dan kita memiliki posisi startegis memiliki jumlah penduduk terbesar di kawasan Asia Tengara. Dan memiliki kekuatan perekonomian di kawasan ini," kata dia. 

Diketahui, pelaksanaan debat keempat Pilpres 2019 akan digelar di Balai Sudirman, Jakarta, Selatan pada Minggu, (30/3/2019), pekan ini.  Tema debat kali ini mengangkat masalah ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional. 

Kontributor : Supriyadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS