Marah, Ini Kata Mahfud MD soal Ide Potong Leher untuk Koruptor

Rendy Adrikni Sadikin

Selasa, 26 Maret 2019 | 10:51 WIB
Marah, Ini Kata Mahfud MD soal Ide Potong Leher untuk Koruptor
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Ada jawaban mengejutkan ketika mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD ditanyakan amarahnya soal praktik korupsi yang dinilainya lebih dari hudud dan qisas serta terlaknat.

Adalah penulis dan pegiat literasi Maman Suherman yang bertanya dalam acara Q&A Metro TV bertajuk 'Magnet Mahfud' yang ditayangkan pada Minggu (24/3/2019) sore.

"Kalimat Pak Mahfud dahsyat di Twitter. (Mahfud MD) marah karena korupsi itu melebihi hudud dan qisas, dan itu terlaknat," ujar Maman Suherman kepada Mahfud MD.

Mahfud MD mengamini pernyataan itu. Pakar hukum dan tata negara pun membeberkan ada seseorang yang mengusulkan hukuman potong tangan untuk para koruptor.

"Ada orang yang mengusulkan 'pak, mengapa Anda tidak mengusulkan saja berlakunya hukum potong tangan seperti di hukum Islam agar korupsi habis'," tutur Mahfud MD.

Kemudian Mahfud MD pun bilang, "Lho saya tidak hanya itu, Potongan tangan itu kecil, kalau korupsi itu menurut saya potong leher. Saya marah pada koruptor ini."

Mahfud punya alasan tersendiri terkait ide tersebut. "Lagipula kalau diberlakukan potong tangan, apa pencuri habis? Di Makkah, tiap minggu juga ada orang dipotong tangan. Artinya tiap minggu ada orang mencuri, meski hukum berlaku."

Menurut Mahfud, hal ini soal penegakan hukum dan moralitas di negara Indonesia saja. Karena itu, imbuh Mahfud MD, korupsi harus dihukum seberat-beratnya.

"Jangan cuma potong tangan. Potong tangan itu kecil sekali. Apalagi sekarang ada tangan palsu lagi. Habis dipotong, dipasang lagi," ujar Mahfud MD tergelak.

Ada pertanyaan juga dari Almas Sjafrina, peneliti Indonesian Corruption Watch (CW), "Jadi apa hukuman yang pantas untuk koruptor, apalagi dia ketua partai politik juga pejabat tinggi negara, supaya memiliki efek jera juga bagi politikus lain?"

Menurut Mahfud MD, hukuman untuk para koruptor yang sekarang diterapkan di Indonesia jika diperlakukan maksimal itu sudah bagus.

"Hukuman seumur hidup atau 20 tahun yang maksimal, di bawahnya ada (hukuman) 4 tahun. Itu bagus kalau dilaksanakan," ujar Mahfud MD.

Selain itu, imbuh Mahfud MD, ada pula ancaman hukuman mati untuk para koruptor jika praktik korupsi tersebut dilakukan dalam keadaan tertentu.

"Tapi belum ada jaksa yang menuntut hukuman mati, padahal kita bisa saja mencari ancaman tertentu. Misalnya, dalam keadaan krisis, kita hutang banyak tapi masih dikorupsi, meski definisi krisis menurut UU antikorupsi itu tidak dijelaskan," tutur Mahfud MD.

Tak hanya itu, menurut Mahfud MD, korupsi yang dilakukan berulang kali alias kambuhan juga bisa diancam oleh hukuman mati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Mahfud MD soal Nama-nama Politikus di 'Kantungnya'

Cerita Mahfud MD soal Nama-nama Politikus di 'Kantungnya'

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 09:54 WIB

Pendapat Mahfud MD soal Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang Mengocok Perut

Pendapat Mahfud MD soal Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang Mengocok Perut

News | Senin, 25 Maret 2019 | 21:33 WIB

Ditanya Pendapat Soal Jokowi dan Prabowo, Jawaban Mahfud MD Bikin Terkejut

Ditanya Pendapat Soal Jokowi dan Prabowo, Jawaban Mahfud MD Bikin Terkejut

News | Senin, 25 Maret 2019 | 21:47 WIB

KPK Periksa Sekda Papua di Kasus Suap Proyek Jalan di Jayapura Tahun 2015

KPK Periksa Sekda Papua di Kasus Suap Proyek Jalan di Jayapura Tahun 2015

News | Senin, 25 Maret 2019 | 11:26 WIB

Terkini

Nama Fitroh Disebut Masuk BAP Kasus MBG, KPK Tegaskan Pimpinannya Tak Kenal Sony Sonjaya

Nama Fitroh Disebut Masuk BAP Kasus MBG, KPK Tegaskan Pimpinannya Tak Kenal Sony Sonjaya

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:58 WIB

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:51 WIB

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:50 WIB

Prabowo Jawab Kritik Sering ke Luar Negeri: Dulu Pak Jokowi Jarang Lawatan Juga Disalahkan

Prabowo Jawab Kritik Sering ke Luar Negeri: Dulu Pak Jokowi Jarang Lawatan Juga Disalahkan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:36 WIB

BTN JAKIM 2026 Hadirkan Race Expo di Balai Kartini dengan Promo Menarik dan Brand Ternama

BTN JAKIM 2026 Hadirkan Race Expo di Balai Kartini dengan Promo Menarik dan Brand Ternama

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:34 WIB

Pemerintah Persilakan Kejagung Usut Siapapun Terlibat Korupsi BGN, Tak Peduli Jabatannya

Pemerintah Persilakan Kejagung Usut Siapapun Terlibat Korupsi BGN, Tak Peduli Jabatannya

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:31 WIB

Uang Pengganti Membengkak Jadi Rp13,4 Triliun, Kerry Riza Tak Terima dan Ajukan Kasasi

Uang Pengganti Membengkak Jadi Rp13,4 Triliun, Kerry Riza Tak Terima dan Ajukan Kasasi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:21 WIB

Wamendagri Wiyagus: Desa Berperan Penting Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Wamendagri Wiyagus: Desa Berperan Penting Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:05 WIB

Heboh Isu SDN di Ende Digusur Jadi Kopdes, Jenderal Maruli: Gak Normal kalau Membubarkan Sekolah

Heboh Isu SDN di Ende Digusur Jadi Kopdes, Jenderal Maruli: Gak Normal kalau Membubarkan Sekolah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:55 WIB

Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik

Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:42 WIB