Demokrat: Kami Fokus Pemilu, Jatah Kursi Menteri Masih Prematur

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 03 April 2019 | 21:43 WIB
Demokrat: Kami Fokus Pemilu, Jatah Kursi Menteri Masih Prematur
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan enggan menanggapi secara mendalam soal isu jatah kursi menteri bagi partai Koalisi Indonesia Adil Makmur jika pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno memenangi Pilpres 2019. Sebab, Hinca menyebut pembahasan jatah kursi menteri di koalisinya masih prematur.

Kabar adanya bagi-bagi jatah kursi menteri pertama kali disampaikan adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. Hashim menyebut jatah untuk PAN ialah 6 kursi dan 7 kursi untuk PKS, sedangkan Demokrat baru nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi kandidat kuat menjadi menteri.

Menyinggung hal tersebut, Hinca hanya menyampaikan bahwa Demokrat baru ingin membicarakan hal itu usai masa pencoblosan yakni 17 April 2019.

"Saya kira kami menghormati betul proses demokrasi. Biarkan, saya tidak bicara tentang itu karena memang masih prematur bicara nanti setelah tanggal 17 April," kata Hinca di Kantor Indikator, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Hinca menegaskan bahwa Demokrat enggan berbicara soal jatah kursi menteri sebelum Prabowo - Sandiaga dinyatakan menang di Pilpres 2019. Hal itu dilakukan Demokrat demi mengikuti 'tata tertib' berkompetisi di ajang pemilu.

"Demokrat taat betul dalam tata tertib berkompetisi karena itu pasti kami tidak akan pernah bicara sebelum perbandingan ini selesai," tuturnya.

"Hari ini kami fokus bekerja pileg dan pilpres selesai dulu. Nah baru kita bicara sampai tanggal 17 tidak ada pikiran lain selain fokus pada soal mencari suara," pungkasnya.

Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo, kubunya memastikan akan memberikan kursi menteri untuk PAN dan PKS jika Prabowo - Sandiaga bisa mengalahkan pesaingnya, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo - Maruf Amin.

Hashim mengatakan sudah ada pembahasan soal pembagian kursi menteri dengan partai koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno itu menjelaskan telah membahas nama-nama yang cocok dari partai-partai tersebut untuk duduk di kursi menteri. Namun, nama itu masih disimpan di dalam sakunya.

baca juga

"Saya kira itu antara saya dengan kakak saya. Kita kan sudah sepakat dengan PAN, ada tujuh menteri untuk PAN, enam untuk PKS, partai lain masih diskusi. Itu sudah jelas," kata Hashim di Ayana Mid Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrat Yakin Peretas Akun Ferdinand Terkuak Lewat Alat Canggih Polisi

Demokrat Yakin Peretas Akun Ferdinand Terkuak Lewat Alat Canggih Polisi

News | Rabu, 03 April 2019 | 20:42 WIB

Besok, Bawaslu Garut Periksa AKP Sulman Terkait Tuduhan Polri Tak Netral

Besok, Bawaslu Garut Periksa AKP Sulman Terkait Tuduhan Polri Tak Netral

News | Rabu, 03 April 2019 | 20:04 WIB

Suara Pendukung Belum Capai 50 Persen, Prabowo Bisa Salip Jokowi

Suara Pendukung Belum Capai 50 Persen, Prabowo Bisa Salip Jokowi

News | Rabu, 03 April 2019 | 19:43 WIB

Haris Azhar Sebut AKP Sulman Kini Kondisinya Tertekan Setelah Tarik Ucapan

Haris Azhar Sebut AKP Sulman Kini Kondisinya Tertekan Setelah Tarik Ucapan

News | Rabu, 03 April 2019 | 19:21 WIB

Bantah Ragukan Keislaman Prabowo, PBB: Kami Punya Bukti Percakapan Rizieq

Bantah Ragukan Keislaman Prabowo, PBB: Kami Punya Bukti Percakapan Rizieq

News | Rabu, 03 April 2019 | 18:13 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×