Terungkap! Hanya Indonesia Deteksi Tsunami Palu, Bahkan Jepang Tidak Bisa

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 05 April 2019 | 14:59 WIB
Terungkap! Hanya Indonesia Deteksi Tsunami Palu, Bahkan Jepang Tidak Bisa
Sejumlah personel Polisi membersihkan reruntuhan sekitar masjid pascagempa dan tsunami Palu - Donggala di Masjid Ar Rahmat, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (14/10)[ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang].

Suara.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hanya Indonesia yang mendeteksi tsunami Palu. Sehingga BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami beberapa saat setelah terjadi gempa Palu, Sulawesi Tengah.

BMKG di Jepang dan Hawaii tidak mendeteksi kemungkinan terjadinya tsunami karena keunikan tsunami Palu sehingga analisis kegempaan mereka tidak mendeteksi kemungkinan tsunami.

"BMKG besar lain yang ada di Jepang dan Hawaii tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hanya Indonesia diikuti Australia dan India yang merupakan mitra BMKG Indonesia," kata Dwikorita dalam taklimat media yang diadakan di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

BMKG di seluruh dunia menggunakan sistem yang sama, yaitu tsunami dipicu oleh gempa bumi. Gempa di Palu terjadi akibat patahan bumi yang bergeser, tetapi kekuatannya dinilai tidak cukup kuat untuk membangkitkan tsunami.

"Lokasi gempa di pantai juga dianalisis tidak cukup kuat membangkitkan tsunami. Ternyata, tsunami Palu terjadi akibat longsor bawah laut dan likuifaksi," tuturnya.

Dwikorita mengatakan tsunami Palu merupakan tsunami jarak dekat dan menerjang dalam waktu yang relatif singkat sehingga menelan banyak korban.

"Seluruh dunia, termasuk Indonesia, belum memiliki kesiapan teknologi untuk menganalisis tsunami seperti itu. Tsunami Palu merupakan peristiwa langka bagi seluruh dunia," katanya.

Menurut survei yang dilakukan BMKG di Palu, tsunami di Palu dan sekitarnya terjadi hanya dua menit setelah gempa. Yang pertama mengalami tsunami adalah Kabupaten Donggala yang berada dekat dengan pusat longsor bawah laut.

"Seandainya BMKG Jepang saat itu mengeluarkan peringatan dini tsunami, prosesnya paling cepat tiga menit setelah gempa. BMKG memproses peringatan dini tiga menit hingga lima menit setelah gempa," jelasnya.

baca juga

Dwikorita mengatakan perkiraan dan peringatan dini tsunami saat ini dilakukan menggunakan superkomputer dan kecerdasan buatan yang kemudian diverifikasi kembali oleh manusia.

"Dalam sebuah diskusi di Singapura, saya menantang superkomputer terkuat yang dimiliki Amerika Serikat untuk mengeluarkan peringatan dini tsunami hanya dalam waktu satu menit. Mereka juga angkat tangan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakfak Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan 3,8 SR

Fakfak Diguncang Gempa Bumi Berkekuatan 3,8 SR

News | Jum'at, 05 April 2019 | 12:52 WIB

Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Mengguyur Jabodetabek

Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Mengguyur Jabodetabek

News | Jum'at, 05 April 2019 | 06:38 WIB

Bogor dan Bekasi Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir dari Siang

Bogor dan Bekasi Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir dari Siang

News | Kamis, 04 April 2019 | 07:15 WIB

Sulawesi Tengah Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,5

Sulawesi Tengah Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,5

News | Rabu, 03 April 2019 | 08:42 WIB

Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek Rabu Siang Ini

Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek Rabu Siang Ini

News | Rabu, 03 April 2019 | 06:19 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×