Puluhan Muslim Rohingya Kembali Ditemukan di Pesisir Malaysia

Bangun Santoso

Senin, 08 April 2019 | 15:36 WIB
Puluhan Muslim Rohingya Kembali Ditemukan di Pesisir Malaysia
Ilustrasi pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Suara.com - Sebanyak 37 orang yang diyakini sebagai umat Muslim etnis Rohingya dari Myanmar ditemukan di pantai utara Malaysia pada Senin (8/4/2019), kata polisi setempat.

Kedatangan mereka merupakan yang terbaru, yang dikhawatirkan oleh otoritas setempat dapat menjadi gelombang baru penyelundupan manusia melalui laut.

Puluhan warga Rohingya di Myanmar dan Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir melewati jalur laut untuk berupaya menjangkau Malaysia, yang mengalami jumlah penurunan pascapenumpasan perdagangan manusia pada 2015.

Bulan lalu, 35 migran juga ditemukan di pantai Sungai Belati di utara negara bagian Perlis, Malaysia.

Pada Senin, 37 pria ditangkap di sekitar Kota Simpang Empat setelah mereka mendarat di pantai yang sama di pagi hari, kata kepala kepolisian negara bagian, Noor Mushar Mohamad seperti dilansir Reuters.

"Kami yakin, mereka bepergian dengan menaiki kapal yang lebih besar, sebelum dipindahkan ke kapal yang lebih kecil di laut dan diantarkan ke sejumlah tempat berbeda," katanya.

Ia juga menuturkan bahwa seluruh pria tersebut dalam kondisi sehat dan telah diserahkan kepada petugas migrasi.

Menurut badan PBB, lebih dari 700.000 warga Rohingya menyeberang ke Bangladesh pada 2017. Mereka melarikan diri dari tindakan keras militer di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Myanmar menganggap warga Rohingya sebagai migran ilegal dari anak benua India dan mengurung puluhan ribu orang di kamp-kamp di Rakhine sejak kekerasan menyelimuti daerah tersebut pada 2012.

baca juga

Pejabat yakin migran yang dijumpai pada Senin berasal dari Myanmar ataupun Bangladesh.

"Kami masih menyelidiki dari mana kapal-kapal itu berasal, namun kami menduga ada keterlibatan sindikat perdagangan manusia," ungkap Noor Mushar.

Mewabahnya kekerasan sektarian di Rakhine pada 2012 memicu puluhan ribu warga Rohingya meninggalkan Myanmar melalui laut. Eksodus memuncak pada 2015, saat sekitar 25.000 warga melarikan diri melintasi Laut Andaman menuju Thailland, Malaysia dan Indonesia. Banyak dari mereka yang tenggelam dalam perjalanan akibat kondisi kapal yang tidak aman dan kelebihan muatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 WNI Tewas Dalam Kecelakaan Bus Dekat Bandara Kuala Lumpur Malaysia

3 WNI Tewas Dalam Kecelakaan Bus Dekat Bandara Kuala Lumpur Malaysia

News | Senin, 08 April 2019 | 15:24 WIB

Niatnya Buka 'Pub Halal' Viral, Pria Ini Malah Dihujat

Niatnya Buka 'Pub Halal' Viral, Pria Ini Malah Dihujat

News | Senin, 08 April 2019 | 14:31 WIB

Ada Rendang 'Malaysia' di Stadion Baru Tottenham, Netizen Indonesia Geram

Ada Rendang 'Malaysia' di Stadion Baru Tottenham, Netizen Indonesia Geram

Bola | Jum'at, 05 April 2019 | 19:48 WIB

Gerindra Laporkan Dugaan Jual Beli Suara di Malaysia ke Bawaslu

Gerindra Laporkan Dugaan Jual Beli Suara di Malaysia ke Bawaslu

News | Jum'at, 05 April 2019 | 11:21 WIB

PBB Kembali Kritik Facebook terkait Propaganda Kebencian terhadap Rohingya

PBB Kembali Kritik Facebook terkait Propaganda Kebencian terhadap Rohingya

Tekno | Kamis, 04 April 2019 | 18:19 WIB

Terkini

Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang

Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:17 WIB

Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan

Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:10 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Kesehatan Keuangan Anak Muda Turun

Biaya Hidup Meningkat, Kesehatan Keuangan Anak Muda Turun

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:10 WIB

Banjir Bandang Terjang Kompleks Pemkab Solok! Kantor PUPR hingga DPRD Terdampak Parah

Banjir Bandang Terjang Kompleks Pemkab Solok! Kantor PUPR hingga DPRD Terdampak Parah

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:03 WIB

Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung

Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 07:58 WIB

Cara Menghilangkan Noda Minyak di Baju, Bisa Pakai Bahan di Rumah

Cara Menghilangkan Noda Minyak di Baju, Bisa Pakai Bahan di Rumah

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 07:55 WIB

KPR Fiktif Disorot OJK, Pengawasan Penyaluran Kredit Jadi Perhatian

KPR Fiktif Disorot OJK, Pengawasan Penyaluran Kredit Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:54 WIB

Lolos dari Maut Masalembo: Kisah Koki KM Virgo Bertahan 9 Jam Sambil Menelan Air Laut Campur Solar

Lolos dari Maut Masalembo: Kisah Koki KM Virgo Bertahan 9 Jam Sambil Menelan Air Laut Campur Solar

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 07:50 WIB

Perkuat Layanan BNPL Digital, Indodana Finance Dapat Pendanaan Rp700 Miliar

Perkuat Layanan BNPL Digital, Indodana Finance Dapat Pendanaan Rp700 Miliar

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:47 WIB

Heboh Isu Larangan Memakai Jilbab Saat Wawancara Magang di Solo Safari, PKS Turun Langsung

Heboh Isu Larangan Memakai Jilbab Saat Wawancara Magang di Solo Safari, PKS Turun Langsung

Surakarta | Selasa, 22 September 2026 | 07:47 WIB

×