3 WNI Tewas Dalam Kecelakaan Bus Dekat Bandara Kuala Lumpur Malaysia

Bangun Santoso

Senin, 08 April 2019 | 15:24 WIB
3 WNI Tewas Dalam Kecelakaan Bus Dekat Bandara Kuala Lumpur Malaysia
Tiga WNI tewas dalam kecelakaan bus di Malaysia (Foto: Facebook/Info Kemalangan Jalan Raya/ via The Star)

Suara.com - Kecelakaan bus terjadi di dekat Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia pada Minggu (7/4/2019). Bus nahas itu merupakan kendaraan antar jemput karyawan.

Akibat insiden tersebut, 11 orang dilaporkan tewas. Di mana 10 orang di antaranya merupakan warga asing yang bekerja untuk perusahaan kargo Malaysia Airlines, MASKargo.

Dikutip dari The Star, Senin (8/4/2019), 10 warga asing yang tewas di lokasi yakni pengemudi bus warga Malaysia bernama Suresh (43), serta sembilan pekerja asing. Sementara seorang pekerja asing lainnya tewas setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Warga asing yang menjadi korban adalah lima warga Bangladesh, dua warga Nepal, dan tiga warga Indonesia atau WNI. Seluruh WNI yang menjadi korban tewas merupakan perempuan.

Pejabat kepolisian KLIA Zulkifli Adamshah mengatakan, kecelakaan yang terjadi pukul 23.10 waktu setempat itu disebabkan pengemudi salah mengarahkan kendaraannya ke pintu keluar. Dia seharusnya berbelok ke arah jam 3, namun mengambil jam 12.

"Dia seharusnya mengambil arah keluar jam 3 yang menuju ke MASKargo, di mana tempat para pekerja seharusnya diantar. Tapi dia salah memilih jalan keluar," kata Zulkifli, seperti dilansir dari The Star.

"Kecelakaan terjadi sekitar 200 meter dari bundaran. Kami masih menyelidiki mengapa dia salah belok," sambung dia.

Meski demikian kepolisian Malaysia masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut. Di mana sebelumnya, disebutkan juga bahwa pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya. Polisi juga tengah mendalami bagaimana kondisi pengemudi saat menyetir bus.

"Kami sedang menelusuri segalanya, termasuk keadaan bus dan pengemudi untuk menentukan penyebab kecelakaan," kata Zulkifli.

baca juga

Selain korban tewas, ada 34 penumpang bus lainnya yang mengalami luka-luka. Lima di antaranya dalam kondisi serius.

Mereka dirawat di beberapa rumah sakit di Serdang, Kajang, dan Putrajaya. Di mana saat kecelakaan, bus mengangkut 43 penumpang.

Bus membawa 43 penumpang yang kesemuanya pekerja kontrak MASKargo. Mereka dijemput dari asrama di Putra Nilai, Negri Sembilan menuju tempat kerja.

Di perjalanan bus hilang kendali dan masuk ke saluran air. Bagian depan kendaraan ringsek karena menghantam beton dinding atau tanggul saluran air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niatnya Buka 'Pub Halal' Viral, Pria Ini Malah Dihujat

Niatnya Buka 'Pub Halal' Viral, Pria Ini Malah Dihujat

News | Senin, 08 April 2019 | 14:31 WIB

Ada Rendang 'Malaysia' di Stadion Baru Tottenham, Netizen Indonesia Geram

Ada Rendang 'Malaysia' di Stadion Baru Tottenham, Netizen Indonesia Geram

Bola | Jum'at, 05 April 2019 | 19:48 WIB

Gerindra Laporkan Dugaan Jual Beli Suara di Malaysia ke Bawaslu

Gerindra Laporkan Dugaan Jual Beli Suara di Malaysia ke Bawaslu

News | Jum'at, 05 April 2019 | 11:21 WIB

Tangis Ibu saat Pertama Lihat Bayinya, Setelah Koma 5 bulan kala Melahirkan

Tangis Ibu saat Pertama Lihat Bayinya, Setelah Koma 5 bulan kala Melahirkan

News | Kamis, 04 April 2019 | 13:43 WIB

Ekspresi Terdakwa Pembunuh Saudara Kim Jong-un Usai Lolos Hukuman Mati

Ekspresi Terdakwa Pembunuh Saudara Kim Jong-un Usai Lolos Hukuman Mati

News | Senin, 01 April 2019 | 13:25 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×