CEK FAKTA: WNI Pro Prabowo - Sandiaga Dilarang Nyoblos di Australia?

Reza Gunadha

Selasa, 16 April 2019 | 15:00 WIB
CEK FAKTA: WNI Pro Prabowo - Sandiaga Dilarang Nyoblos di Australia?
[Facebook]

Suara.com - Sejumlah warganet memviralkan video yang disebut-sebut warga negara Indonesia yang tak boleh memasuki lokasi tempat pemungutan suara Pemilu dan Pilpres 2019 di Sidney, Australia.

Klaim yang diperiksa:

Sejak Senin (15/4/2019), setidaknya sejumlah akun di Facebook seperti Alif Lam Mim, Ahmad Raffay, Wardhani Ruslan, mengunggah video tersebut.

Sementara akun Alfrey Hadiwayanda  mengunggah video tersebut ke laman komunitas Facebook bernama Komunitas Islam Indonesia.

Kesemua akun tersebut menyertakan narasi yang sama terkait video tersebut, yakni pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tak boleh masuk.

"Pemilu di Australia pendukung 02 tidak boleh masuk, alasan waktu sudah habis."

Video tersebut diklaim sebagai aksi pengadangan kepada WNI pendukung Prabowo – Sandiaga saat mau menggunakan hak pilih.

Dalam video tersebut terlihat seorang pria melarang para WNI yang mau menggunakan hak suaranya.

[Facebook]
[Facebook]

Fakta:

baca juga

Klaim tentang alur video tersebut tidak benar alias hoaks. Video itu beberapa waktu lalu juga sudah sempat tersebar dengan narasi berbeda, yakni lelaki yang melarang dalam video itu adalah Samsul Bahri, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara.

Anggota KPU Ilham Saputra menegaskan, tak terdapat nama Samsul Bahri sebagai Ketua KPPSLN.

“Tidak ada yang namanya Samsul Bahri, baik sebagai Ketua KPPSLN Sidney atau di mana pun,” kata Ilham.

Anggota KPU lainnya, Pramono Ubaid Tanthowi juga menegaskan tak ada nama Samsul Bahri dalam data Ketua KPPSLN.

Anggota Sekretariat PPLN Sydney Hermanus Dimara juga menegaskan, video itu hoaks. Ia megakui ada warga negara asing di TPS KJRI bernama Samsul Bahri.

”Ada namanya Samsul Bahri tapi dia bukan WNI, melainkan WNA. Dia Cuma pendukung salah satu pasangan calon,” tuturnya.

Kesimpulan:

Konten video maupun narasi yang diviralkan sejumlah akun tersebut adalah kebohongan alias hoaks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Nyoblos, Pendukung Jokowi vs Prabowo Mainkan Taruhan 1 Hektare Tanah

Jelang Nyoblos, Pendukung Jokowi vs Prabowo Mainkan Taruhan 1 Hektare Tanah

News | Selasa, 16 April 2019 | 14:31 WIB

Besok Nyoblos di TPS 008 Gambir, Jokowi: Setelahnya Tidur Siang

Besok Nyoblos di TPS 008 Gambir, Jokowi: Setelahnya Tidur Siang

News | Selasa, 16 April 2019 | 14:01 WIB

H-1 Pencoblosan, Sandiaga Ingin Kumpul Bareng Keluarga

H-1 Pencoblosan, Sandiaga Ingin Kumpul Bareng Keluarga

News | Selasa, 16 April 2019 | 13:58 WIB

Sandiaga Minta Warga Datang Pagi-pagi ke TPS, Kenapa?

Sandiaga Minta Warga Datang Pagi-pagi ke TPS, Kenapa?

News | Selasa, 16 April 2019 | 13:34 WIB

Terkini

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:04 WIB

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:51 WIB

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:10 WIB

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 18:05 WIB

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:03 WIB

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 18:00 WIB

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:55 WIB

×