Arsul Sani Sapa Prabowo di Twitter: Banyak Orang Waras Kehilangan Kewarasan

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari
Arsul Sani Sapa Prabowo di Twitter: Banyak Orang Waras Kehilangan Kewarasan
Sekjen PPP, Arsul Sani di Hotek Seruni, Bogor, Jabar. (Suara.com/Ria Rizki)

Bahkan inteletual kehilangan intelektualitasnya.

Suara.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Arsul Sani menyapa Calon Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto di Twitter. Sebelum menyapa, Arsul mengucapkan kata-kata mutiara.

Arsul Sani dalam Twitternya, @arsul_sani, mengatakan banyak orang waras kehilangan kewarasanya. Bahkan inteletual kehilangan intelektualitasnya.

"Banyak orang: waras kehilangan kewarasan-nya, intelektual kehilangan intelektualitasnya, alim menjadi dholim dalam kata dan perilaku plus orang bodoh bangga dengan kebodohannya. Semangat pagi...tuips, mudah-mudahan kita tidak termasuk kelompok di atas, semangat pagi Pak @jokowi & Pak @Prabowo," kicau Arsul, Rabu (24/4/2019) pagi.

Rekonsiliasi

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kedatangan sejumlah tokoh muslim di kediaman resmi di Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (22/4/2019) malam. Acara silaturahmi antara Wapres JK dengan tokoh umat Islam itu dimulai pada Senin sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam pertemuan itu, para tokoh meminta Jokowi dan Prabowo bertemu.

“Dalam pertemuan tadi, kami membicarakan banyak hal mengenai bangsa. Salah satunya, kami menyarankan Pak Jokowi dan Prabowo bertemu seusai pilpres,” tutur JK saat itu.

JK menuturkan, persamuhan antara Jokowi – Prabowo diperlukan untuk menyejukkan suasana setelah 8 bulan terakhir berkontestasi dalam Pilpres 2019.

Usulan JK dan para tokoh agama itu ditanggapi Calon Wakil Presiden Maruf Amin. Maruf Amin setuju Calon Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu untuk mencairkan suasana panasnya suhu politik. Maruf Amin setuju dengan usulan Wapres Jusuf Kalla agar mereka bertemu pasca Pilpres 2019.

Menurut Maruf Amin, usulan tersebut adalah ide yang bagus. Hal tersebut diungkap Maruf Amin usai melakukan rapat rutin di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Maruf Amin menilai pertemuan Jokowi-Prabowo nantinya bisa mencairkan agar terjadi rekonsiliasi antara kedua kubu kontestan Pilpres.

"Ya bagus itu supaya mencairkan, supaya rekonsiliasi," ujar Maruf Amin di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Maruf Amin juga menyatakan nantinya pertemuan kedua Capres itu akan menghilangkan kesan terjadi kerusuhan antar kedua kubu. Ia menegaskan suasana pasca Pilpres harus didinginkan dan menunggu hasil perhitungan suara resmi KPU.

"Jangan sampai ada kesan bahwa ada seperti kerusuhan ita tunggu supaya KPU selesai menghitung real countnya," kata Maruf Amin.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS