Ijtima Ulama III Bakal Digelar, TKN: Tunggu Saja Keputusan KPU

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 26 April 2019 | 10:53 WIB
Ijtima Ulama III Bakal Digelar, TKN: Tunggu Saja Keputusan KPU
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin, Ace Hasan Syadzil. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf, Ace Hasan Syadzily mempertanyakan tujuan adanya gelaran Ijtima Ulama III yang akan digelar dalam waktu dekat.

Menurut Ace, sebaiknya semua pihak bersabar menunggu hasil resmi Pemilhan Presiden 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang.

"Untuk apa lagi. Tunggu saja keputusan KPU," ujar Ace saat dihubungi wartawan, Jumat (26/4/2019).

Politikus Partai Golkar itu menuturkan seharusnya Ijtima Ulama digelar untuk membahas tentang masalah keagamaan atau masalah-masalah yang kontemporer.

"Ijtima ulama itu dilakukan dan membahas tentang masalah-masalah kegamaan terkait dengan masalah-masalah kontemporer, buat apalagi ijtima-ijtima itu," kata dia.

Diketahui Ijtima Ulama III akan digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Ijtima Ulama III tersebut digelar untuk membicarakan langkah-langkah GNPF Ulama melihat situasi bangsa pasca Pemilu 2019 serta akan menentukan sikap yang ditempuh ulama dan umat Islam dalam menyikapi kecurangan dalam pemilu.

Ace menilai Ijtima Ulama adalah institusi ulama dan intitusi penjaga moral yang sejak awal diharapakan menjadi kekuatan moral bangsa.

Karena itu seharusnya, Ijtima Ulama bertujuan untuk mengajak dan menciptakan suasana yang damai pasca Pemilu, bukanlah upaya untuk memanas-manasi atau memprovokasi masyarakat.

"Institusi ulama itu intitusi penjaga moral, intutusi yang sejak awal diharapkan oleh kita jadi kekuatan moral bangsa. Seharusnya Ijtima Ulama itu mengajak kita semua bagaimana menciptakan suasana yang damai, suasana yang sejuk, masyarakat jangan dipecah-pecah gitu, merajut silaturahmi kembali, bukan memanas-manasi dan tidak memprovokasi itu aja," tandasnya.

baca juga

Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, Ijtima Ulama III dirumuskan oleh ulama-ulama yang tergabung ke dalam PA 212 dan akan digelar sebelum memasuki Ramadan.

"Langkah apa yang harus kita ambil karena kita selalu berpijak kepada fatwa dan Ijtima Ulama," kata Slamet di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

"Kita selalu minta masukan para ulama, termasuk kan ketika capresnya hasil rekomendasi Ijtima Ulama, ya saya pikir wajar saja kalau nanti dikembalikan ke Ijtima Ulama dengan hasil yang ada," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GNPF Ulama Akan Gelar Ijtima Ulama III Pasca Pemilu 2019

GNPF Ulama Akan Gelar Ijtima Ulama III Pasca Pemilu 2019

News | Kamis, 25 April 2019 | 19:04 WIB

PA 212: Prabowo Dengarkan Saran Ulama untuk Tidak Temui Jokowi

PA 212: Prabowo Dengarkan Saran Ulama untuk Tidak Temui Jokowi

News | Kamis, 25 April 2019 | 18:36 WIB

Bawaslu Kota Surabaya: Pelapor Belum Lengkapi Laporan Kecurangan

Bawaslu Kota Surabaya: Pelapor Belum Lengkapi Laporan Kecurangan

Jatim | Rabu, 24 April 2019 | 19:25 WIB

Enam Partai Ini Bakal Laporkan KPPS yang Terduga Curang Ke Gakkumdu

Enam Partai Ini Bakal Laporkan KPPS yang Terduga Curang Ke Gakkumdu

Jatim | Selasa, 23 April 2019 | 17:53 WIB

Johannes Suryo: Prabowo Biasa Kalah Sejak Pilpres 2004

Johannes Suryo: Prabowo Biasa Kalah Sejak Pilpres 2004

News | Selasa, 23 April 2019 | 10:03 WIB

Terkini

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

×