Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Dicky Prastya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB
Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dalam Rapimnas Kadin, Kamis (29/10/2026). [Screenshot YouTube Kadin Indonesia]
baca 10 detik
  • Hashim Djojohadikusumo memperingatkan pengusaha dalam Rapimnas Kadin di Jakarta pada 29 Oktober 2026 agar menghentikan praktik saham gorengan.
  • Manipulasi pasar dan peringatan MSCI berpotensi memicu pelarian modal asing yang melemahkan nilai tukar Rupiah hingga Rp22.000 per Dolar AS.
  • Pemerintah bersama penegak hukum akan bertindak tegas terhadap pelaku manipulasi untuk mencegah bencana ekonomi dan melindungi jutaan investor ritel.

Suara.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan efek Morgan Stanley Capital International (MSCI) bisa mengancam anjloknya nilai tukar Rupiah ke Rp 22.000 per Dolar AS

Adik Presiden RI Prabowo Subianto Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini mulanya memperingatkan kepada para pengusaha terkait praktik manipulasi di pasar modal atau yang lazim disebut saham gorengan.

Menurutnya, praktik tidak sehat ini dinilai amat sangat serius karena berpotensi memicu pelarian modal asing yang dapat menghempaskan nilai tukar Rupiah.

"Kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah. Saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000-Rp21.000. Ada yang bilang Rp22.000," kata Hashim dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Hashim memaparkan, indikasi praktik goreng-menggoreng saham ini memicu ketidakpercayaan investor asing, termasuk peringatan dari MSCI.

Ia menyebut bahwa kejanggalan ini umumnya terlihat pada saham-saham dengan porsi kepemilikan publik (free float) yang terbatas, namun didongkrak hingga memiliki rasio valuasi harga terhadap laba (PE ratio) yang gila-gilaan dan tidak masuk akal.

Hashim menjabarkan skenario terburuk jika aliran dana asing mengering dan Indonesia mengalami penurunan peringkat menjadi stand-alone market. 

Pelemahan Rupiah ke level Rp22.000 per Dolar AS tersebut akan berimbas pada membengkaknya biaya cicilan utang luar negeri, yang bisa berujung pada bencana dan malapetaka bagi perekonomian Indonesia.

"Ini bisa jadi bencana dan malapetaka bagi ekonomi Indonesia," lanjutnya.

baca juga

Selain mengancam makroekonomi, Hashim juga membeberkan bahwa praktik saham gorengan di bursa ini memakan korban jutaan masyarakat sipil. 

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini terdapat 32,7 juta individu warga negara Indonesia yang memiliki rekening pialang saham (brokerage accounts). 

Hashim menyebut puluhan juta investor ritel tersebut saat ini dalam kondisi sangat tidak puas karena portofolio saham mereka anjlok.

Untuk menyikapinya, Hashim menegaskan bahwa pemerintah dan penegak hukum tidak akan tinggal diam dan siap bertindak tegas. 

Ia secara khusus meminta para anggota Kadin untuk segera menghentikan keterlibatan dalam praktik manipulasi pasar tersebut.

Hashim kemudian mencontohkan langkah sapu bersih yang baru saja dilakukan oleh pemerintah Turki dalam menangani masalah serupa di bursa saham mereka.

"Kemarin sudah tercatat 94 pelaku di Turki sudah ditangkap oleh polisi. Jangan sampai ini terjadi di Indonesia. Mohon dengan sangat praktik goreng-gorengan segera dihentikan, karena pemerintah sudah berkehendak untuk tindak tegas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

IHSG Ambruk ke 5.161, Makin Dekat ke Level Terendah Setahun!

IHSG Ambruk ke 5.161, Makin Dekat ke Level Terendah Setahun!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Terkini

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

×