Pemilu Telan Ratusan Jiwa, Fadli Zon: Dulu Kerja Paksa Tak Sampai Meninggal

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir | Suara.com

Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:35 WIB
Pemilu Telan Ratusan Jiwa, Fadli Zon: Dulu Kerja Paksa Tak Sampai Meninggal
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat mendatangi kantor KPU RI. (Suara.com/M Yasir).

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon merasa aneh atas peristiwa meninggalnya ratusan jiwa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019. Bahkan, Fadli Zon pun hari ini mendatangi kantor KPU untuk mengetahui apa sebenarnya faktor yang mengakibatkan pesta demokrasi menelan korban jiwa.

"Atau ada tekanan atau ada yang lain nya, karena ini berseliweran juga informasi di masyarakat. Sehingga segera ini harus ada penyelidikan terhadap ratusan orang yang meninggal nya hampir 500 kalau tidak salah," tutur Fadli Zon saat mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019)

Fadli Zon lantas menilai penyebab meninggalnya ratusan jiwa petugas KPPS itu bukanlah sekadar faktor kelelahan. Sebab, menurut Fadli Zon dahulu kala banyak pula orang yang memiliki beban pekerjaan yang lebih melelahkan namun tidak sampai merenggut nyawa hingga ratusan jiwa.

"Saya kira ini bukan hanya sekedar faktor kelelahan ya. Banyak orang yang pekerjaannya lebih lelah. Zaman dulu bahkan ada kerja paksa segala macem itu ya, orang enggak sebanyak ini (meninggal)," ujarnya.

Diketahui, berdasarkan data terkahir KPU RI, Kamis (2/5) menunjukan sebanyak 412 petugas KPPS di beberapa daerah di Indonesia meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas di Pemilu 2019. Data tersebut bertambah dari sebelumnya 382 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sekretaris Jenderal KPU, Arif Rahman Hakim menuturkan, hingga pukul 20.00 WIB total sebanyak 412 orang petugas dikabarkan meninggal dunia dan 3.658 orang dikabarkan sakit. Adapun, kata Arif, jumlah tersebut tersebar di 30 provinsi.

"Update data per 2 Mei pukul 20.00 WIB, wafat 412, sakit 3.658. Total 4.070 tertimpa musibah," tutur Arif saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/2019) kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Pemilu, Aliran Modal Asing Tembus Rp 131,1 Triliun

Pasca Pemilu, Aliran Modal Asing Tembus Rp 131,1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:22 WIB

Coblos Surat Suara di Banten, 3 KPPS dan Saksi Capres Jadi Tersangka

Coblos Surat Suara di Banten, 3 KPPS dan Saksi Capres Jadi Tersangka

Banten | Jum'at, 03 Mei 2019 | 15:50 WIB

Banyak Kesalahan Input Data, Fadli Zon Cek Proses Situng KPU RI

Banyak Kesalahan Input Data, Fadli Zon Cek Proses Situng KPU RI

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 15:46 WIB

Habib Rizieq Minta Situng KPU Dihentikan, Demokrat: Siapa Dia?

Habib Rizieq Minta Situng KPU Dihentikan, Demokrat: Siapa Dia?

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 15:12 WIB

Minta Pemilu 2019 Dievaluasi, Ketua PPS: Memakan Waktu dan Menguras Tenaga

Minta Pemilu 2019 Dievaluasi, Ketua PPS: Memakan Waktu dan Menguras Tenaga

Jabar | Jum'at, 03 Mei 2019 | 15:00 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB