Setelah Dilalap Api, Warga Kampung Bandan Tak Lagi Terpikir Jalani Puasa

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Senin, 13 Mei 2019 | 17:08 WIB
Setelah Dilalap Api, Warga Kampung Bandan Tak Lagi Terpikir Jalani Puasa
Aktivitas warga korban kebakaran yang bertahan di tenda-tenda pengungsian di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, Senin (18/9/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengungsi korban kebakaran di Kampung Bandan, Jakarta Utara mengaku tak kuat menjalani ibadah puasa setelah rumahnya hangus dilalap api pada Sabtu (11/5/2019). Mereka masih bergantung pada bantuan makanan dari pemerintah dan donatur.

Salah satu warga, Alan (37) mengaku tak kuat berpuasa. Yang terpikirkan dirinya sekarang hanya bagaimana bisa bangkit dan membangun kembali rumahnya.

"Boro-boro mikirin puasa kalau sudah kayak gini, rumah abis, enggak ada sisa, makan-minum juga nunggu orang ngasih dulu, masak enggak bisa," kata pekerja serabutan itu kepada Suara.com, Senin (13/5/2019).

Aktivitas warga korban kebakaran yang bertahan di tenda-tenda pengungsian di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, Senin (18/9/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Aktivitas warga korban kebakaran yang bertahan di tenda-tenda pengungsian di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, Senin (18/9/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Pria Betawi yang sudah puluhan tahun tinggal di RT 12, Kampung Bandan, Kelurahan Ancol itu juga tak bisa merencanakan perayaan Hari Raya Idul Fitri, dia hanya berpasrah bisa segera pulih dari musibah kebakaran.

"Lebaran juga enggak tahu, anak istri saya balikin dulu ke rumah mertua di Gajah Mada, saya jagain di sini," ucapnya.

Senasib dengan Alan, Jumiati (50) warga RT 11 juga mengaku tak bisa lagi menjalankan ibadah puasa dengan kondisi seperti ini.

"Rasanya pengen puasa tapi kondisi kayak gini, tiap hari panas, enggak ada tempat tidur, harta benda abis, enggak kepikiran lagi buat puasa," kata ibu dua anak tersebut.

Untuk diketahui, Alan dan Jumiati menjadi salah dua dari 400 kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran di RT 11, 12, dan 13 RW 05 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (11/5/2019) siang. Sebanyak 450 bangunan semipermanen hangus dilahap si jago merah.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nelangsa di Kampung Bandan, Menahan Lapar di Antara Puing Kebakaran

Nelangsa di Kampung Bandan, Menahan Lapar di Antara Puing Kebakaran

News | Senin, 13 Mei 2019 | 17:04 WIB

Anak-anak Korban Kebakaran Kampung Bandan Besok Bisa Langsung Sekolah

Anak-anak Korban Kebakaran Kampung Bandan Besok Bisa Langsung Sekolah

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 17:41 WIB

Ratusan Rumah di Kampung Bandan Terbakar, Bukan karena Ledakan Gas

Ratusan Rumah di Kampung Bandan Terbakar, Bukan karena Ledakan Gas

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 12:20 WIB

450 Rumah Terbakar di Kampung Bandan, Empat Orang Diperiksa Polisi

450 Rumah Terbakar di Kampung Bandan, Empat Orang Diperiksa Polisi

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 08:18 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×