Marak Unggahan Anti Muslim, Sri Lanka Blokir Akses Media Sosial

Bangun Santoso

Selasa, 14 Mei 2019 | 10:36 WIB
Marak Unggahan Anti Muslim, Sri Lanka Blokir Akses Media Sosial
Ilustrasi aplikasi media sosial pada layar ponsel. (Shutterstock).

Suara.com - Sri Lanka memutuskan untuk memblokir akses ke Facebook dan Whatsapp pada Senin (13/5), setelah sebuah unggahan memicu berbagai kerusuhan anti Muslim di beberapa kota, kantor berita AFP melaporkan.

Kerusuhan itu menandai sejumlah kekerasan yang melanda sejak serangan bom bunuh diri pada Minggu Paskah.

Beberapa kelompok warga Kristen menyerang toko-toko yang pemiliknya Muslim di Chilaw, kota di sebelah barat laut hari Minggu karena marah dengan sebuah postingan di Facebook yang diunggah oleh pemilik toko.

Pasukan keamanan menembakkan senjata ke udara untuk membubarkan massa. Namun kekerasan merebak ke kota-kota terdekat di mana beberapa bisnis milik warga Muslim juga diserang.

Situasi Sri Lanka menjadi tegang sejak penyerangan pada 21 April oleh pelaku bom bunuh diri pada tiga hotel dan tiga gereja. Sebanyak 258 orang meninggal dunia.

Polisi mengatakan jam malam yang diberlakukan di Chilaw dan daerah sekitar sudah dikendurkan. Namun pelarangan media sosial diberlakukan untuk mencegah hasutan untuk melakukan tindak kekerasan.

“Jangan tertawa, 1 hari Anda akan menangis,” menurut postingan di Facebook yang diunggah seorang pemilik toko Muslim. Dan warga Kristen menanggapi hal itu sebagai peringatan atas serangan yang akan terjadi.

Massa menghancurkan toko pria itu dan merusak sebuah masjid lokal hingga memicu pasukan keamanan untuk membubarkan mereka. Jam malam diterapkan mulai Minggu (12/5) sore hingga Senin subuh.

Para penyedia jasa layanan internet mengatakan mereka telah diperintahkan oleh regulator telekomunikasi untuk memblokir akses Facebook, WhatsApp, Instagram dan platform lainnya.

baca juga

Sri Lanka sudah menerapkan keadaan darurat sejak serangan bom bunuh diri. Pasukan keamanan dan polisi diberikan kekuasaan untuk menangkap dan menahan para tersangka untuk waktu yang lama.

Populasi warga Muslim mencapai 10 persen dari total 21 juta penduduk Sri Lanka yang mayoritas beragama Buddha. Kristen sekitar 7,6 persen. (VOA Indonesia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Perusuh Serang Masjid, Sri Lanka Berlakukan Jam Malam

Ratusan Perusuh Serang Masjid, Sri Lanka Berlakukan Jam Malam

News | Selasa, 14 Mei 2019 | 10:26 WIB

Masyarakat Diimbau Tak Menelan Berita Hoaks Mentah-mentah

Masyarakat Diimbau Tak Menelan Berita Hoaks Mentah-mentah

News | Senin, 13 Mei 2019 | 13:28 WIB

Sering Pamer Kemesraan di Media Sosial, Wanita Ini Panen Komentar Negatif

Sering Pamer Kemesraan di Media Sosial, Wanita Ini Panen Komentar Negatif

Lifestyle | Senin, 13 Mei 2019 | 15:05 WIB

Keunggulan Suara Jokowi - Ma'ruf Amin Tak Terlepas dari Peran Media Sosial

Keunggulan Suara Jokowi - Ma'ruf Amin Tak Terlepas dari Peran Media Sosial

News | Senin, 13 Mei 2019 | 07:38 WIB

Ketua Dewan Pers: Media Massa Jangan Jadikan Media Sosial sebagai Rujukan

Ketua Dewan Pers: Media Massa Jangan Jadikan Media Sosial sebagai Rujukan

Tekno | Kamis, 09 Mei 2019 | 19:01 WIB

Terkini

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Fasilitas Minyak Aramco Digempur Rudal, Pasar Minyak Global Langsung Panik

Fasilitas Minyak Aramco Digempur Rudal, Pasar Minyak Global Langsung Panik

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:59 WIB

5 Rekomendasi Body Mist HMNS untuk Daily, dari Aroma Floral hingga Vanila Tersedia Ukuran 250 ml

5 Rekomendasi Body Mist HMNS untuk Daily, dari Aroma Floral hingga Vanila Tersedia Ukuran 250 ml

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen

Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen

Batam | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:47 WIB

3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor

3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Cara Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu ATM, Dompet Ketinggalan Gak Perlu Panik Lagi

Cara Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu ATM, Dompet Ketinggalan Gak Perlu Panik Lagi

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Sprint Race MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Terdepan, 3 Pembalap Crash

Sprint Race MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Terdepan, 3 Pembalap Crash

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Review Film Take Me Home: Pulang, Keluarga, dan Hidup yang Tak Pernah Mudah

Review Film Take Me Home: Pulang, Keluarga, dan Hidup yang Tak Pernah Mudah

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya

Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Dua Abad Berlalu, Jejak Masjid Jami Tak Lekang oleh Waktu

Dua Abad Berlalu, Jejak Masjid Jami Tak Lekang oleh Waktu

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×