Usul Bubarkan Koalisi, TKN Anggap Sikap Demokrat Tak Relevan

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Senin, 10 Juni 2019 | 18:32 WIB
Usul Bubarkan Koalisi, TKN Anggap Sikap Demokrat Tak Relevan
Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima. (Suara.com/Tio)

Suara.com - Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin menilai usulan Partai Demokrat yang meminta koalisi partai polisi pendukung Prabowo - Sandiaga dibubarkan adalah hal yang tidak relevan.

Menurut mereka, tim sukses dan partai koalisi adalah hal yang berbeda.

Direktur Program TKN, Aria Bima mengatakan partai koalisi adalah suatu kelompok yang sejalan dan mendukung visi misi calon presiden dan wakil presiden selama masa pemerintahan berjalan, namun ketika Pemilu yang ada hanya tim sukses.

"Jadi saya melihat tidak relevan dibubarkan atau tidak, karena memang faktanya kita itu hanya sebagai timses. Setelah sukses kita tidak hanya memenangkan, tapi mengawal partai dan fraksinya masing-masing untuk pemerintahan ke depan," kata Aria Bima di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

"Saya melihat tidak akan pernah bubar. TKN bisa bubar tapi partai pengusung tidak akan pernah bubar. Karena yang diperdebatkan ide gagasan selama kampanye," tambahnya.

Dia menambahkan, penentuan sikap partai politik yang berkoalisi seharusnya dilakukan setelah pelantikan Presiden 22 Oktober 2019 mendatang.

"Koalisi atau rekonsiliasi perlu dibicarakan setelah pelantikan Presiden 22 Oktober. Paling pas momentum 22 Oktober setelah pelantikan, disitulah koalisi dan rekonsiliasi relevan dibicarakan," jelasnya.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan jika ada parpol yang bisa saja bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja di bawah pimpinan Joko Widodo dan Maruf Amin.

"Nantinya PAN ataupun Demokrat maupun Gerindra mau bergabung dengan pemerintahan Pak Jokowi saya kira semuanya mempunyai peluang yang sama," tutup Bima.

baca juga

Sebelumya, Rachland Nashidik mengusulkan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto membubarkan partai pendukungnya yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur.

Alasan usulan itu disampaikan Rachland, sebab Pilpres 2019 sudah selesai setelah KPU menyatakan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo - Maruf Amin sebagai pemenang Pilpres.

Rachland Nashidik mengatakan kalau pun Prabowo - Sandiaga gugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), itu tidak lagi melibatkan partai koalisi. Menurutnya, hal itu sudah menjadi urusan calon presiden dan wakil presiden.

"Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung," kata Rachland melalui akun Twitter pribadinya, @RachlanNashidik, Minggu (9/6/2019)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sarankan Koalisi Bubar, Ini Alasan Demokrat Belum Menarik Diri dari 02

Sarankan Koalisi Bubar, Ini Alasan Demokrat Belum Menarik Diri dari 02

News | Senin, 10 Juni 2019 | 11:10 WIB

Istiqomah Dukung Prabowo, PKS Tolak Wacana Pembubaran Koalisi

Istiqomah Dukung Prabowo, PKS Tolak Wacana Pembubaran Koalisi

News | Senin, 10 Juni 2019 | 10:31 WIB

PKS Istiqomah dengan Prabowo, Tolak Bubarkan Koalisi Pilpres 2019

PKS Istiqomah dengan Prabowo, Tolak Bubarkan Koalisi Pilpres 2019

News | Senin, 10 Juni 2019 | 10:28 WIB

Elite Demokrat: Prabowo Keok di TPS Sandiaga, Siapa yang Tidak Serius?

Elite Demokrat: Prabowo Keok di TPS Sandiaga, Siapa yang Tidak Serius?

News | Senin, 10 Juni 2019 | 10:22 WIB

Mau Bubarkan Koalisi Pilpres, TKN Jokowi Nilai Pola Pikir Demokrat Salah

Mau Bubarkan Koalisi Pilpres, TKN Jokowi Nilai Pola Pikir Demokrat Salah

News | Senin, 10 Juni 2019 | 09:43 WIB

Terkini

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

News | Senin, 02 November 2026 | 21:35 WIB

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

News | Senin, 02 November 2026 | 21:32 WIB

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

Malaysia Masih Belum Terima Timnas Indonesia Juara di FIFA ASEAN Cup 2026, FAM Kembali Desak FIFA

Malaysia Masih Belum Terima Timnas Indonesia Juara di FIFA ASEAN Cup 2026, FAM Kembali Desak FIFA

Bola | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

Hadirkan Beautiful Nightmare,  Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik

Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 21:26 WIB

Bisakah Gibran Segera Dilengserkan?

Bisakah Gibran Segera Dilengserkan?

News | Senin, 02 November 2026 | 21:20 WIB

Tanpa Waktu Istirahat, Maung Bandung Langsung Alihkan Fokus ke Markas Melbourne Victory

Tanpa Waktu Istirahat, Maung Bandung Langsung Alihkan Fokus ke Markas Melbourne Victory

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 21:19 WIB

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 21:17 WIB

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:04 WIB

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 21:00 WIB

×