Sarankan Koalisi Bubar, Ini Alasan Demokrat Belum Menarik Diri dari 02

Rendy Adrikni Sadikin

Senin, 10 Juni 2019 | 11:10 WIB
Sarankan Koalisi Bubar, Ini Alasan Demokrat Belum Menarik Diri dari 02
Jansen Sitindaon (kiri depan), Rachland Nashidik (kanan depan), dan Andi Arief (di belakang Rachland) beserta para kader utama Partai Demokrat. (ist)

Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon angkat bicara saat ditanya alasannya tidak langsung menarik diri dan malah meminta koalisi dibubarkan.

Pertanyaan tersebut terkait cuitan Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik yang mengusulkan agar Prabowo Subianto membubarkan koalisi sebab pemilu usai.

"Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung," kata Rachland dalam akun twitternya, @RachlanNashidik, Minggu (9/6/2019).

Cuitan tersebut diungkit kembali oleh Aiman Wicaksono dalam acara Kompas Petang di Kompas TV dan ditanyakan ke Jansen Sitindaon.

"Kenapa menarik diri ini tidak dimulai dari Partai Demokrat? Kenapa musti menyampaikan bubarkan koalisi?" tanya Aiman.

Menurut Jansen Sitindaon, hal ini semata karena preseden. Dalam sejarah koalisi di pemilu, menurut Jansen Sitindaon, belum ada 'aturan main' pembubaran koalisi.

"Waktu 2014, Gerindra sebagai pimpinan (koalisi) tiba-tiba ditinggal sendiri. Ketika itu calon presidennya adalah Prabowo Subianto," tutur Jansen Sitindaon.

Ketika ditegaskan pertanyaan yang sama oleh Aiman, Jansen Sitindaon pun tampak kebingungan.

"Menarik diri bagaimana maksudnya? Mendeklarasi begitu keluar?" tanya Jansen Sitindaon kebingungan.

baca juga

Menurut Jansen, kini Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat sementara tengah menarik diri membahas persoalan politik menyusul wafatnya sang istri, Ani Yudhoyono.

Tidak secara gamblang menjawab pertanyaan, Jansen Sitindaon pun malah meminta publik untuk tidak menuduh Partai Demokrat 'menjilat' kekuasaan.

"Kalau terkait Demokrat, jangan kami dituduh mau masuk ke Pak Jokowi. Demokrat itu siap di luar (koalisi) dan siap di dalam (pemerintahan)," ujar Jansen Sitindaon.

Sebelumnya, Rachland Nashidik mengusulkan Prabowo Subianto membubarkan koalisi Pilpres 2019, yaitu Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Sebab pemilu sudah selesai dengan KPU memenangkan Joko Widodo - Maruf Amin.

Rachland Nashidik mengatakan kalau pun Prabowo - Sandiaga gugat hasil pemilu ke MK, itu tidak lagi melibatkan partai koalisi. Sebab itu sudah menjadi urusan calon presiden dan wakil presiden.

"Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung," kata Rachland dalam akun twitternya, @RachlanNashidik, Minggu (9/6/2019).

Tak hanya menyarankan ke Prabowo, Rachland Nashidik pun sarankan Jokowi juga bubarkan koalisi di Tim Kemenangan Nasional Jokowi - Maruf Amin.

"Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput. Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa," kata dia.

‏"Siapapun nanti yang setelah sidang MK menjadi Presiden terpilih, dipersilahkan memilih sendiri para pembantunya di Kabinet. Kenangan Partai mana yang setia dan berguna bagi direksi politik Presiden terpilih tak akan pupus karena koalisi sudah bubar. Begitulah sistem Presidensial," lanjut dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elite Demokrat: Prabowo Keok di TPS Sandiaga, Siapa yang Tidak Serius?

Elite Demokrat: Prabowo Keok di TPS Sandiaga, Siapa yang Tidak Serius?

News | Senin, 10 Juni 2019 | 10:22 WIB

Usul Bubarkan Koalisi, Demokrat Dianggap Kebelet Jatah Menteri Jokowi

Usul Bubarkan Koalisi, Demokrat Dianggap Kebelet Jatah Menteri Jokowi

News | Minggu, 09 Juni 2019 | 20:56 WIB

Demokrat Minta Bubarkan Koalisi Pilpres 2019, Mardani: Usulan Kurang Bijak

Demokrat Minta Bubarkan Koalisi Pilpres 2019, Mardani: Usulan Kurang Bijak

News | Minggu, 09 Juni 2019 | 20:44 WIB

Demokrat Nilai Bubarkan Koalisi Pilpres Bisa Turunkan Panas Tensi Politik

Demokrat Nilai Bubarkan Koalisi Pilpres Bisa Turunkan Panas Tensi Politik

News | Minggu, 09 Juni 2019 | 13:13 WIB

Gelar Tahlilan ke-7, SBY Persilakan Masyarakat Datang Ke Rumahnya

Gelar Tahlilan ke-7, SBY Persilakan Masyarakat Datang Ke Rumahnya

News | Jum'at, 07 Juni 2019 | 18:38 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

×