Personel TNI-Polri Gelar Apel Konsolidasi Pengamanan Sidang Sengketa Pemilu

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 13 Juni 2019 | 10:54 WIB
Personel TNI-Polri Gelar Apel Konsolidasi Pengamanan Sidang Sengketa Pemilu
Apel konsolidasi Ketupat Jaya di lapangan silang Monas, Kamis (13/6/2019). (Suara.com/Arga)

Suara.com - Personel gabungan TNI-Polri serta Pemprov DKI Jakarta menggelar Apel Konsolidasi Ketupat Jaya 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019). Apel tersebut sekaligus persiapan pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Penetapan Pemilu (PHPU).

Apel tersebut dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono, dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono.

Tampak pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy dalam sambutannya mengatakan, jajaran TNI-Polri beserta pihak-pihak terkait mampu memberikan yang terbaik bagi warga DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Kita mampu berikan terbaik kepada masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya. Ada beberapa indokatornya pertama di DKI dan sekitarnya, stabilnya harga bahan pokok dan menurunya angka kriminalitas," ujar Gatot.

Tak hanya itu, Gatot mengatakan agar seluruh jajaran agar tetap bersiap diri untuk melakukan pengamanan di Mahkamah Konsititusi (MK). Ia menyebut jika apel tersebut merupakan wujud pengamanan menjelang sidang tersebut.

"Selain apel konsolidasi Ketupat Jaya juga apel kesiapan pengamana sidang PHPU di Mahkamah Konsititusi. Apel diharapkan jadi sarana konsilidasi untuk mengecek sejauh mana kesiapan personel dan peralatan yang akan dilakukan untuk pengamanan tersebut," sambungnya.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono menambahkan, semua personel baik TNI maupun Polri untuk mematuhi segala dalam bentuk pengamanan. Ia juga meminta, agar seluruh personel untuk tak terprovokasi berita bohong atau hoaks.

"Saya tegaskan kepada seluruh personel untuk waspada pada seluruh provokasi yang memecahkan TNI-Polri. Jangan mudah percaya pada berita hoaks. Jangan ada TNI-Polri yang jadi provokator dan sebar berita bohong," imbuh Eko.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencoblosan Usai, Polda Metro Tetap Kawal Proses Pilkada Jabar

Pencoblosan Usai, Polda Metro Tetap Kawal Proses Pilkada Jabar

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 09:15 WIB

Selama Ramadan Kejahatan di Jakarta Turun 30 Persen

Selama Ramadan Kejahatan di Jakarta Turun 30 Persen

News | Senin, 25 Juni 2018 | 15:37 WIB

Polisi Siapkan BBM Darurat di Jalur Mudik

Polisi Siapkan BBM Darurat di Jalur Mudik

News | Jum'at, 01 Juni 2018 | 14:02 WIB

Ini Prediksi Titik Kemacetan Mudik di Wilayah Jawa Tengah

Ini Prediksi Titik Kemacetan Mudik di Wilayah Jawa Tengah

Ramadan | Kamis, 09 Juli 2015 | 12:12 WIB

Polri Tak Ragu Tambah Personel Amankan Musim Mudik

Polri Tak Ragu Tambah Personel Amankan Musim Mudik

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 11:54 WIB

Terkini

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:49 WIB

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:45 WIB

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:44 WIB

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:11 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:59 WIB

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB