Kapal Nelayan Dikerahkan Bantu Korban Banjir di Sulawesi

Bangun Santoso

Kamis, 13 Juni 2019 | 12:16 WIB
Kapal Nelayan Dikerahkan Bantu Korban Banjir di Sulawesi
Ilustrasi banjir yang terjadi di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (11/6/2019). (Antara)

Suara.com - Dua kapal motor Inkamina penangkap ikan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kelompok nelayan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dikerahkan untuk mengangkut barang dan penumpang korban bencana alam banjir yang terisolasi perhubungan darat karena rusaknya sejumlah jembatan di daerah tambang nikel itu.

"Kami turunkan dua kapal Inkamina dan beberapa kapal motor kecil milik anggota kami untuk membantu mengatasi kesulitan transportasi barang dan jasa di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali," kata Syahrul, salah seorang Ketua Kelompok Usaha Bersama Nelayan di Bungku, Ibu Kota Kabupaten Morowali, Kamis (13/6/2019).

Menurut dia, kapal Inkamina bertonase 35 GT itu difokuskan untuk mengangkut sepeda motor dan bahan pokok seperti elpiji, gula, beras, air mineral, telur ayam dan sayur-mayur.

"Kalau tidak ada muatan barang, kami memuat penumpang juga," ujarnya dan mengatakan bahwa pengoperasian Kapal Inkamina ini mengenakan tarif yang jauh lebih murah dari yang dipungut nelayan pada umumnya.

Kalau nelayan lain yang mengoperasikan perahu motor tempel (ketinting) memungut Rp250.000 untuk setiap sepeda motor dan satu penumpangnya, namun kapal Inkamina hanya mengutip Rp100.000. Sedangkan untuk mengangkut barang, khususnya bahan pokok, tergantung kemampuan pemilik barang, yang penting ongkos bahan bakar dan jasa naik-turun barang bisa tertutupi.

"Itu sebabnya kami sangat kewalahan melayani permintaan angkutan karena daya angkut kami cukup besar dan tarifnya juga sangat murah," katanya seperti dilansir Antara.

Jasa angkutan kapal Inkamina ini diberikan untuk rute Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, ke Bahodopi, Kecamatan Bahodopi dengan lama pelayaran sekitar 45 menit. Setiap hari, kedua kapal ini bisa menjalani rute itu sebanyak dua kali.

Angkutan laut saat ini menjadi sarana vital bagi masyarakat di Kecamatan Bahodopi untuk masuk dan keluar ke Bahodopi, kota tambang nikel tersebut, karena Jembatan Dampala, Kecamatan Bahodopi, yang musnah dibawa banjir bandang pada Sabtu (8/6), belum bisa dilewati.

Puluhan kapal motor nelayan saat ini beroperasi untuk mengangkut barang dan penumpang yang masuk dan keluar Bahodopi dari arah Kota Poso, Palu dan Makassar sebab belum ada jembatan darurat yang dibangun pemerintah.

baca juga

"Saat ini memang cuaca di laut kurang mendukung untuk mencari ikan, karena itu kapal-kapal nelayan beralih fungsi menjadi taxi laut dengan pendapatan yang cukup menggembirakan," ujar Syahru.

Kepala Satuan Kerja III Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Beny Birmansyah mengatakan bahwa pihaknya sedang membangun jembatan besi (bailey) yang akan menjadi jalur alternatif di Sungai Dampala dan baru akan fungsional kira-kira tiga hari ke depan.

Pemantauan di Wilayah Morowali, Rabu, puluhan truk besar yang mengangkut berbagai kebutuhan masyarakat dan pembangunan di wilayah itu tidak bisa masuk Bahodopi atau keluar dari Bahodopi, baik ke arah Poso, Palu dan Makassar maupun ke arah Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kecamatan Bahodopi merupakan pusat kegiatan investasi dan pertumbuhan ekonomi penting di Sulawesi Tengah setelah hadirnya kawasan industri pertambangan nikel PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang kini telah ditetapkan sebagai salah satu obyek vital nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kirim Tenaga Medis dan Obat, Dinkes Sultra Tangani Korban Banjir Konawe

Kirim Tenaga Medis dan Obat, Dinkes Sultra Tangani Korban Banjir Konawe

Health | Rabu, 12 Juni 2019 | 10:44 WIB

Korban Jiwa Akibat Banjir di Samarinda Tembus 30.580 Orang

Korban Jiwa Akibat Banjir di Samarinda Tembus 30.580 Orang

News | Rabu, 12 Juni 2019 | 05:32 WIB

Nikah saat Banjir, Agusalim dan Mardiana Terpaksa Dievakuasi Pakai Perahu

Nikah saat Banjir, Agusalim dan Mardiana Terpaksa Dievakuasi Pakai Perahu

News | Selasa, 11 Juni 2019 | 14:07 WIB

Nekat Terjang Banjir di Kalimantan, Rubicon Seharga Rp 1 Miliar Hanyut

Nekat Terjang Banjir di Kalimantan, Rubicon Seharga Rp 1 Miliar Hanyut

Otomotif | Minggu, 09 Juni 2019 | 12:22 WIB

Lebaran Sebentar Lagi, 2 Kecamatan di Lebak Banten Malah Terendam Banjir

Lebaran Sebentar Lagi, 2 Kecamatan di Lebak Banten Malah Terendam Banjir

News | Jum'at, 31 Mei 2019 | 06:57 WIB

Terkini

Viral Bule Ketawa Getir saat Tau Bensin Eceran di Bali Tembus Rp 200 Ribu, Ini Dalih Pertamina

Viral Bule Ketawa Getir saat Tau Bensin Eceran di Bali Tembus Rp 200 Ribu, Ini Dalih Pertamina

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:03 WIB

Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Fenomena Camera Eats First: Kenali Etika Memotret Makanan di Restoran Agar Tak Mengganggu

Fenomena Camera Eats First: Kenali Etika Memotret Makanan di Restoran Agar Tak Mengganggu

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Ulasan Film Aplikasi Iblis: Horor Digital Menakutkan Buatan Dimas Anggara

Ulasan Film Aplikasi Iblis: Horor Digital Menakutkan Buatan Dimas Anggara

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Dugaan Tunggakan Gaji Karyawan

Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Dugaan Tunggakan Gaji Karyawan

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

×