Kirim Tenaga Medis dan Obat, Dinkes Sultra Tangani Korban Banjir Konawe

M. Reza Sulaiman
Kirim Tenaga Medis dan Obat, Dinkes Sultra Tangani Korban Banjir Konawe
Foto udara kondisi banjir bandang yang menutuskan jalan trans sulawesi penghubung Sulawesi Tenggara-Sulawesi Tengah di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6).[ANTARA FOTO/Oheo Sakti]

Ancaman penyakit pun menyertai korban banjir Konawe di Sulawesi Tenggara, yang kini ada di pengungsian.

Suara.com - Kirim Tenaga Medis dan Obat, Dinkes Sultra Tangani Korban Banjir Konawe

Banjir yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menenggelamkan ratusan rumah dan harta benda. Ancaman penyakit pun menyertai korban banjir, yang kini ada di pengungsian.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, mulai menurunkan tim medis dan obat-obatan untuk membantu korban banjir. Kepala Dinkes Sultra, dr Zuhuddin Kasim, mengatakan mengatakan pendistribusian obat-obatan dan tim medis mulai dilakukan hari ini dan rencananya akan langsung menuju posko utama yang ada di Kabupaten Konawe Utara.

"Hari ini tim kami menuju Konawe Utara dimana terdapat beberapa desa yang terkena banjir dengan membawa obat-obatan untuk diserahkan di posko utama," katanya, dilansir Antara.

Menurut Zuhuddin selain melakukan pendistribusian obat-obatan bagi korban banjir pihaknya juga akan melakukan pemantauan kesehatan di setiap tenda pengungsian yang ada. Hal itu akan dilakukan bersama-sama tim kesehatan yang ada di Konawe Utara untuk mengetahui keluhan kesehatan masyarakat korban banjir.

"Selain melakukan pendistribusian obat-obatan kami bekerja sama dengan tim medis setempat akan melakukan pemantauan kesehatan di setiap tenda pengungsian," ujarnya.

Lebih lanjut Zuhuddin Kasim mengatakan untuk penanganan kesehatan korban banjir di Konawe Utara ini pihaknya menurukan delapan orang petugas kesehatan, yakni dua dokter, satu orang apoteker dan petugas medis lainnya.

BPBD Kabupaten Konawe Utara menyebutkan, warga yang mengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu sejak 2 Juni 2019 sudah mencapai 4.585 orang atau 1.340 kepala keluarga (KK).

Titik lokasi banjir di daerah itu mencapai 13 desa, yakni di Desa Tambakua, Langgiwo, Polora Indah, Sabandete, Mopute, Longeo, Tapuwatu, Walalindu, Alawanggudu, Puuwanggudu, Labungga, Laronanga dan Kelurahan Lino Moio.

Ke-13 desa tersebut berada di Kecamatan Langgikima, Asera, Oheo, Landawe, Wiwirano, dan Andowia. Banjir itu akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi sehingga tiga sungai meluap, yakni Sungai Lalindu, Wadolo dan Wadambali. [ANTARA]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS