Netizen Emosi, Politikus Demokrat Ini Sebut Korupsi Tradisi Pesantren

RR Ukirsari Manggalani | Ria Rizki Nirmala Sari
Netizen Emosi, Politikus Demokrat Ini Sebut Korupsi Tradisi Pesantren
Twitter. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Bermula komentari berita, politikus Demokrat ini menuai kecaman. Kini linimasa kosong.

Suara.com - Zara Zettira Zainuddin Ramadi atau Zara Zettira ZR, politikus Partai Demokrat memancing amarah pengguna media sosial karena cuitannya di Twitter. Dalam cuitannya, perempuan yang dahulu aktif menulis skenario sinetron dan novelist itu menuliskan korupsi adalah tradisi yang dilakukan di lingkungan pesantren.

Cuitan Zara Zettira ZR [Twitter @zarazettirazr].
Cuitan Zara Zettira ZR [Twitter @zarazettirazr].

Mulanya, mantan model ini mengomentari satu berita yang mengabarkan adanya korupsi di Kementerian Agama. Dalam berita itu diceritakan banyaknya kegiatan korupsi yang terjadi di kementerian tadi.

Entah apa maksudnya, dalam cuitannya Zara Zettira Zainuddin Ramadi malah menganggap kalau korupsi merupakan tradisi yang dilakukan di pesantren.

"Tradisi pesantren jangan dibawa ke Kementerian, camkan!" kata Zara melalui akun Twitternya, @zarazettirazr pada Rabu (3/7/2019).

Namun saat Suara.com melakukan pengecekan kembali, Twitter Zara terlihat kosong. Tidak ada cuitan-cuitan yang nampak dari akun Twitter milik wanita yang berprofesi sebagai penulis itu.

PD Minta Maaf

Cuitan Zara Zettira Zainuddin Ramadi ternyata mengundang banyak reaksi dari masyarakat terutama bagi mereka yang pernah dan masih mengenyam di bangku pesantren. Banyak masyarakat di linimasa Twitter yang tidak terima apabila pesantren disebut memiliki budaya korupsi.

Ketua DPP Demokrat, Jansen Sitindaon menyampaikan permintaan maaf terkait dengan cuitan Zara itu. Agar tidak meluas, Jansen Sitindaon buru-buru menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada masyarakat yang berasal dari pesantren ataupun Nahdlatul Ulama (NU).

"Jika benar tweet ini dari kakak saya kak @zarazettirazr, mendahului beliau agar soal ini tidak terus jadi polemik, saya pribadi minta maaf kepada teman-teman pesantren dan khususnya sahabat-sahabat saya dari NU yang tersinggung atas tweet tersebut. Dari hati yang paling dalam saya minta maaf," ujar Jansen Sitindaon melalui akun Twitternya @jansen_jsp pada Jumat (5/7/2019).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS