Pejabat OJK-BEI Mundur Saja Tak Cukup, Ketua Banggar DPR Desak Rombak Aturan 'Free Float'

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:12 WIB
Pejabat OJK-BEI Mundur Saja Tak Cukup, Ketua Banggar DPR Desak Rombak Aturan 'Free Float'
Ketua Badan Anggaran (Banggar DPR RI) Said Abdullah. [Suara.com/Bagaskara]
  • Said Abdullah memuji pengunduran diri pimpinan OJK-BEI sebagai bentuk tanggung jawab etik.
  • DPR mendesak perbaikan kebijakan free float demi integritas dan transparansi pasar modal.
  • Komisi XI segera memproses pengisian jabatan kosong guna menjaga kelancaran pengawasan keuangan.

Suara.com - Ketua Badan Anggaran atau Banggar DPR RI, Said Abdullah, memberikan apresiasi tinggi atas langkah pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, serta Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.

Said menilai keputusan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban etik yang luar biasa sekaligus teladan yang jarang ditemui di Indonesia. Langkah ini diyakini akan memperkuat kepercayaan investor terhadap integritas pasar modal nasional.

"Langkah beliau menunjukkan pertanggungjawaban etik yang baik. Keteladanan seperti ini jarang terjadi di negeri ini. Kami berharap hal ini meningkatkan kepercayaan bahwa masih ada integritas dari pengurus, regulator, dan pengawas sektor pasar modal," ujar Said Abdullah dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Meski mengapresiasi sikap tersebut, Said menekankan bahwa pengunduran diri saja tidak cukup. Pemerintah dan regulator harus segera membenahi kebijakan yang dianggap masih kurang, terutama terkait ketentuan saham beredar di publik atau free float.

Said mengungkapkan bahwa Komisi XI DPR RI telah melakukan rapat kerja bersama OJK dan BEI pada 3 Desember 2025. Pertemuan tersebut menyepakati sejumlah poin krusial untuk memperbaiki kebijakan free float guna meningkatkan likuiditas dan mencegah manipulasi harga.

"Kebijakan free float harus diarahkan untuk meningkatkan transparansi, kepercayaan investor, serta memperkuat pendalaman pasar modal dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan," tegasnya.

Terdapat empat poin utama yang disepakati DPR bersama regulator untuk segera diimplementasikan:

1. Peningkatan Likuiditas: Kebijakan free float harus mampu mencegah risiko manipulasi harga dan memperkuat basis investor domestik.
2. Penerapan Bertahap: Perubahan kebijakan harus dirancang secara terukur dan didukung pengawasan efektif serta insentif.
3. Ketentuan Teknis Baru: Perhitungan free float saat IPO hanya menyertakan saham yang ditawarkan ke publik, wajib mempertahankan minimal free float selama satu tahun, serta mendorong kenaikan ambang batas continuous listing obligation menjadi 10-15 persen.
4. Dukungan UMKM: Pasar modal harus memberikan manfaat nyata bagi penguatan perusahaan skala menengah dan kecil.

Terkait kekosongan jabatan yang ditinggalkan Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi, Said menyatakan bahwa Komisi XI DPR RI akan segera menindaklanjutinya sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK.

"Poin-poin inilah yang akan kami jadikan dasar pengawasan. Kami juga segera membahas pengisian kursi kosong di OJK agar fungsi pengawasan tidak terganggu," pungkas Said.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karier Mahendra Siregar, Bos OJK yang Mengundurkan Diri Imbas Geger MSCI

Karier Mahendra Siregar, Bos OJK yang Mengundurkan Diri Imbas Geger MSCI

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:57 WIB

3 Pejabat OJK Tiba-tiba Mundur, Salah Satunya Mahendra Siregar

3 Pejabat OJK Tiba-tiba Mundur, Salah Satunya Mahendra Siregar

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 18:45 WIB

Kritik Wacana Pengganti PT, Said Abdullah: Indonesia Multikultural, Tak Cocok Kawin Paksa Fraksi

Kritik Wacana Pengganti PT, Said Abdullah: Indonesia Multikultural, Tak Cocok Kawin Paksa Fraksi

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:59 WIB

Terkini

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:43 WIB

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB