Demokrat Sebar Bukti Akun Facebook yang Caci Maki Moeldoko

Reza Gunadha | Novian Ardiansyah
Demokrat Sebar Bukti Akun Facebook yang Caci Maki Moeldoko
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen mengatakan, di kediaman Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Komplek Puri Cikeas, Bogor akan dipasang tenda. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

"Tujuh turunan lu juga bisa dihidupi HRS. Masalahnya begitu sampai di taeland HRS pasti kalian 86 kan asu," tulis akun tersebut.

Suara.com - Unggah Akun Facebook Penghina Moeldoko, Politikus Demokrat Harap Polisi Gerak Cepat

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, mengunggah hasil tangkapan layar akun Facebook Yanasiah Andini Sihombing, yang dinilainya menyebar ujaran kebencian.

Ferdinand mengungkapkan, akun Facebook tersebut telah menghina Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Ia mengutarakan, maksud dirinya mengunggah tangkapan layar akun Facebook Yanasiah sebagai bukti sang pemilik memang benar melakukan penghinaan kepada Moeldoko.

Ferdinand yang mengaku juga mendapat hinaan dari akun Yanasiah, berharap agar sang pemilik bisa cepat diproses hukum oleh kepolisian.

"Saya mau buat terkenal perempuan ini karena menghina beberapa orang di FB-nya termasuk saya. Saya unggah caci makinya ke Moeldoko sajalah, Kepala KSP, siapa tahu polisi bisa gerak cepat tangkap dia @divisihumaspolri," tulis Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Kamis (11/7/2019).

Hasil bidikan layar yang disebar Ferdinand, akun Facebook Yanasiah Andini Sihombing itu mengomentari berita mengenai sindiran Moeldoko kepada pentolan FPI Rizieq Shihab.

Dalam komentarnya, akun Yanasiah turut menuliskan kata-kata tidak pantas dan menyematkan nama hewan.

"Masalahnya bukan di tiket aXXXng. Tujuh turunan lu juga bisa dihidupi HRS. Masalahnya begitu sampai di taeland HRS pasti kalian 86 kan asu," tulis akun Facebook Yanasiah Andini Sihombing.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku heran kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mensyaratkan pentolan FPI Rizieq Shihab harus dipulangkan dari pelariannya di Arab Saudi, kalau Jokowi – Maruf Amin ingin rekonsiliasi seusai Pilpres 2019.

Pasalnya, kata Moeldoko, pemerintah tidak pernah  mengusir Rizieq keluar dari Indonesia. Rizieq justru yang berinisiatif lari ke Arab Saudi saat menjadi tersangka kasus pornografi di Polda Metro Jaya.

"Siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi-pergi sendiri kok dipulangin, bagaimana sih? Memangnya kita yang mengusir, kan enggak," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan, Rizieq ke Arab Saudi atas keinginan sendiri, bukan pemerintah. Karena itu ia terheran-heran kubu Prabowo memasukkan soal pemulangan Rizieq kalau ingin rekonsiliasi politik.

"Pergi-pergi sendiri, kok kita ribut mau mulangin, kan begitu. Ya pulang sendiri saja. Enggak (bisa) beli tiket, baru gue beliin," ucap dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS